Home / Warta / Sikap Resmi PP Muhammadiyah Terkait Eskalasi Timur Tengah

Sikap Resmi PP Muhammadiyah Terkait Eskalasi Timur Tengah

nidaulquran.id-Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi menyampaikan pernyataan sikap terkait eskalasi konflik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah melalui surat nomor 16/PER/I.0/B/2026. Dalam rilis resmi tersebut, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyoroti dampak destruktif dari peperangan yang melibatkan berbagai aktor regional dan internasional.

Muhammadiyah menegaskan bahwa eskalasi ini bukan sekadar persoalan politik kekuasaan, melainkan tragedi kemanusiaan besar yang mengancam stabilitas keamanan global secara menyeluruh. Organisasi ini memandang bahwa perdamaian dunia hanya dapat dicapai jika keadilan ditegakkan bagi seluruh bangsa tanpa terkecuali.

Baca juga: Langkah Strategis Muhammadiyah dalam Mendorong Kemajuan Peradaban

Dalam poin utama pernyataannya, PP Muhammadiyah mendesak semua pihak yang bertikai untuk segera melakukan gencatan senjata. Muhammadiyah menilai bahwa kekerasan bersenjata yang terus berlanjut hanya akan menambah daftar panjang korban jiwa, terutama di kalangan warga sipil, perempuan, dan anak-anak.

Fokus utama lainnya adalah penegakan hukum humaniter internasional. Muhammadiyah menekankan pentingnya perlindungan terhadap penduduk sipil yang terjebak dalam zona konflik serta fasilitas publik seperti rumah sakit dan tempat ibadah.

Komunitas internasional harus memastikan dibukanya jalur bantuan kemanusiaan tanpa hambatan. Hal ini krusial agar kebutuhan dasar seperti makanan, obat-obatan, dan tempat bernaung dapat diakses oleh para pengungsi dan korban terdampak di wilayah-wilayah yang terisolasi akibat peperangan.

Peran Diplomasi dan Evaluasi Institusi Internasional

Muhammadiyah juga memberikan catatan kritis terhadap efektivitas lembaga internasional dalam menangani krisis di Timur Tengah. Eskalasi yang terus meningkat dianggap sebagai cerminan dari lemahnya penegakan hukum internasional dan kegagalan sistem keamanan kolektif dalam menjaga perdamaian dunia.

Baca juga: Sinergi Pendidikan Muhammadiyah dan Al-Quds University Perkuat Hubungan Indonesia-Palestina

Kritik Terhadap Standar Ganda dan Peran PBB

Pernyataan tersebut juga menyentuh persoalan standar ganda yang sering diperlihatkan oleh negara-negara besar dalam menyikapi konflik global. Muhammadiyah mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil langkah yang lebih tegas, berani, dan adil.

Menurut PP Muhammadiyah, PBB harus mampu menjalankan fungsinya sebagai mediator yang netral dan memastikan bahwa resolusi-resolusi yang telah disepakati benar-benar diimplementasikan di lapangan untuk mengakhiri pendudukan dan agresi.

Dukungan Terhadap Diplomasi Aktif Pemerintah Indonesia

Sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia yang menjunjung tinggi perdamaian dunia, Muhammadiyah menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah diplomasi yang diambil oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Muhammadiyah mendorong pemerintah untuk terus aktif di forum internasional, baik melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) maupun PBB, untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah. Peran aktif Indonesia dianggap krusial sebagai jembatan dialog antarpihak yang bertikai.

Komitmen Muhammadiyah dalam Solidaritas Global

Sebagai organisasi yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan universal, Muhammadiyah mengajak seluruh elemen bangsa untuk menunjukkan solidaritas moral. Mereka mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi oleh narasi yang dapat memecah belah dan tetap fokus pada upaya bantuan kemanusiaan.

Baca juga: Muhammadiyah Pakistan: Hadirkan Semangat Sinergi Ilmu, Iman dan Kemanusiaan

Konflik di Timur Tengah adalah ujian bagi nurani dunia. Muhammadiyah mengajak masyarakat internasional untuk memperkuat kerja sama dalam pemulihan pascakonflik dan berkomitmen untuk terus berkoordinasi guna menyalurkan bantuan bagi mereka yang membutuhkan, sekaligus terus menyuarakan pesan perdamaian yang moderat dan inklusif di tingkat internasional.

7 Poin Sikap Muhammadiyah

Mengutip dari muhammadiyah.or.id, berikut sikap resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah:

  1. Kami menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dan korban lainnya yang menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel ke Republik Islam Iran. Belasungkawa yang sama kami sampaikan bagi korban serangan balik Iran di beberapa negara Arab.
  2. Kami mengecam dengan sangat serangan tersebut dan kami memandangnya sebagai pelanggaran atas Hak-Hak Asasi Manusia, hukum internasional, dan pengabaian atas keputusan-keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
  3. Kami menyerukan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan sanksi tegas terhadap Amerika Serikat dan Israel atas pelanggaran tersebut dan mewujudkannya dengan langkah yang nyata.
  4. Kami mendorong agar Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam segera mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri genosida terhadap bangsa Palestina, serta segala bentuk kekerasan dan mencegah meningkatnya ketegangan antarnegara di kawasan Timur
  5. Iran maupun negara-negara Arab saling menahan diri dan mengedepankan dialog untuk tidak terlibat konflik lebih jauh antar sesama anggota Organisasi Kerjasama Islam.
  6. Kami mendorong dilakukannya dialog dan langkah-langkah diplomasi untuk menyelesaikan konflik di kawasan Timur Tengah tersebut.
  7. Kami mengajak semua negara, lembaga-lembaga multilateral dan bilateral, tokoh-tokoh agama dan kekuatan masyarakat pada umumnya untuk ikut menciptakan kedamaian dan keadilan global dan mengecam segala bentuk tindakan yang semena-mena yang menyebabkan kerusakan dan hancurnya peradaban di muka bumi.

Pernyataan Resmi PP Muhammadiyah bisa diunduh melalui link ini.

Tag: