NidaulQuran.id | Sepenggal dialog senja antara seorang dokter muda spesialis jantung dengan seorang kakek nan bijak. “Wah Pak tak terasa ini saya sebentar lagi sudah sampai stasiun tujuan saya, terima kasih ya Pak atas obrolan kita barusan, sangat mengingatkan saya akan hakikat hidup di dunia ini.” kata dokter Arman. “Ah, Nak dokter berlebihan sekali,” kata […]Selengkapnya
Nidaul Quran | Pilihan idealnya memang cuma satu: menjadi lebih baik. Sebab kalau sama atau menjadi lebih buruk, maka tentu itu menjadi sebuah kerugian. Waktu dan usia semakin habis, sementara diri ini tidak menjadi lebih baik. Dalam hal ini, orang lain hanya mampu memberi saran. Keputusannya tetap ada pada diri kita mau tetap seperti ini […]Selengkapnya
NidaulQuran.id | Di antara efek keimanan di dalam jiwa adalah hadirnya rasa kasih sayang kepada sesama. Mencari keuntungan, boleh. Memberdayakan orang lain juga boleh. Tetapi standarnya satu, yaitu ‘lā tazhlῑmῡna wa lā tuzhlamῡn’, tidak boleh saling menzalimi satu sama lain. Tidak menzalimi juga tidak dizalimi. Zalim artinya aniaya, berbuat tidak adil dan bermakna gelap. Orang […]Selengkapnya
NidaulQuran.id | Seperti sebuah mesin operator pembangkit listrik yang mampu menerangi satu kota, negara, bahkan dunia, seperti itulah keberadaan pondok pesantren di tengah kehidupan umat manusia. Setiap individu yang ada di dalamnya memiliki peran penting yang tak dapat tergantikan, sekecil apapun itu. Laksana gerigi-gerigi roda yang terus berputar dan sambung-menyambung satu sama lain, seperti itu […]Selengkapnya
NidaulQuran.id | Sejauh apapun kita melangkah, akhirnya kepada kenangan masa kecil itu kita akan kembali jua. Itulah yang terasa saat dalam kesendirian, pada puncak kesuksesan, atau pada titik terdalam kesedihan. Akal dan hati akan kembali mengembara ke masa kanak-kanaknya dahulu. Kenangan itu begitu kuat, sehingga selintas kejadian yang mirip, bau yang khas, rasa yang istimewa, […]Selengkapnya
NidaulQuran.id | Tidak ada keberhasilan yang datang tanpa sebuah proses. Begitu pula yang dialami oleh santriwati PPTQ Ibnu Abbas Klaten, Fauziah Anis Afifah, ini. Namanya mulai dikenal sejak kelas 10 karena hafalannya yang telah mencapai 30 juz, juga berbagai prestasi yang ditorehkan lewat lomba di dalam maupun luar pondok. Namun dibalik segala kesuksesan itu, ada […]Selengkapnya