Beranda / Warta / Dunia Bersatu di Laut Mediterania: Kapal Lintas Bangsa Menuju Gaza

Dunia Bersatu di Laut Mediterania: Kapal Lintas Bangsa Menuju Gaza

nidaulquran.id-Tiga belas kapal telah berlayar meninggalkan pelabuhan di Tunisia menuju perairan laut internasional Mediterania untuk menembus blokade Gaza. Kapal-kapal ini menjalankan misi kemanusiaan lintas bangsa untuk mengirimkan bantuan bagi warga Palestina.

Armada ini tidak berlayar sendirian. Kapal dari Tunisia akan bertemu dengan kapal dari Spanyol, Italia, dan Yunani di Laut Mediterania, sebelum melanjutkan perjalanan bersama menuju Gaza. “Armada dari Barcelona sudah di laut, dan kapal Tunisia kini berlayar bertahap. Mereka akan berkumpul di perairan dan melanjutkan pelayaran bersama,” demikian pernyataan resmi misi tersebut, Senin, 15 September 2025.

Khaled Boujemaa dari kontingen Maghreb menjelaskan, sebelas kapal berangkat dari Pelabuhan Bizerte, tiga dari Gammarth, dan dua dari Sidi Bou Said dekat Tunis. Armada Eropa pun telah meninggalkan pelabuhan masing-masing untuk bergabung. Juru bicara Ghassan al-Hanshiri menegaskan, total delapan kapal kini berlabuh di Gammarth dan siap melanjutkan pelayaran.

Dilansir dari republika.co.id, misi ini lebih dari sekadar misi logistik, flotilla ini adalah simbol persatuan dunia. Ratusan peserta dari 47 negara—termasuk politisi, seniman, dan anggota parlemen—bergabung dalam aksi yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka datang dari dunia Arab hingga Eropa, dari Barat hingga Timur, dengan satu tujuan membela nilai kemanusiaan di Gaza.

Penyelenggara menegaskan, armada ini adalah penyatuan dari berbagai gerakan: Global to Gaza, Sumud Maghreb, Sumud Nusantara, hingga Freedom Flotilla. “Bersama-sama, mereka menghubungkan pawai, konvoi, dan misi laut menjadi satu armada,” tulis pernyataan itu.

Konvoi ini berlayar di tengah situasi Gaza yang kian memburuk. Sejak 7 Oktober 2023, serangan militer Israel yang didukung Amerika telah menewaskan lebih dari 64.900 warga Palestina dan melukai 164.000 lainnya. Blokade yang diperketat memicu kelaparan buatan, menewaskan ratusan orang, mayoritas anak-anak, serta membuat ratusan ribu warga terancam.

Di hadapan tragedi ini, persatuan internasional dalam Global Flotilla menjadi pesan kuat: kemanusiaan melampaui batas negara, ideologi, dan agama. Dunia bersatu, karena derita Gaza adalah derita kita bersama.

Tag: