nidaulquran.id-Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Dakwah bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menyelenggarakan program Pesantren Kilat Ramadhan. Kegiatan bertajuk “Ekspedisi Ramadhan Penuh Inspirasi” (Ekspresi) 1445 Hijriah ini dilaksanakan di atas KRI SMR-594. Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan pendidikan agama dengan penanaman nilai-nilai kebangsaan serta jiwa maritim kepada generasi muda Indonesia.
Upacara pembukaan kegiatan ini berlangsung di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta, yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. Sinergi antarlembaga ini mencerminkan komitmen bersama dalam membekali para pelajar dengan akhlak mulia dan semangat bela negara.
Partisipasi Ratusan Pelajar dari Berbagai Daerah
Kegiatan Pesantren Kilat Ekspresi 2026 ini diikuti oleh sedikitnya 400 peserta yang terdiri dari siswa dan siswi SMA/sederajat. Para peserta berasal dari 102 institusi pendidikan yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Selama tiga hari, dari tanggal 11-13 Maret 2026, para peserta merasakan pengalaman hidup di atas kapal perang yang sedang berlayar.
Di atas KRI Semarang-594, para peserta menjalani rutinitas layaknya di pondok pesantren, namun dengan sentuhan disiplin militer. Mereka mengikuti berbagai aktivitas keagamaan seperti salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, sahur, dan buka puasa bersama. Di sisi lain, mereka juga diperkenalkan dengan kehidupan sehari-hari prajurit TNI AL, yang mencakup kedisiplinan tinggi, kerja sama tim, dan tanggung jawab.
Harapan untuk Mewujudkan Generasi Emas Indonesia
Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa program ini merupakan terobosan penting untuk mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan positif. Menurutnya, penggabungan antara penguatan iman dan pengenalan dunia maritim sangat krusial bagi masa depan bangsa. Dengan memahami potensi laut Indonesia sejak dini, diharapkan para pemuda memiliki visi yang kuat untuk menjaga kedaulatan negara di masa depan.
Perwakilan dari MUI, KH Arif Fahruddin, menekankan bahwa pesantren kilat ini adalah sarana dakwah yang efektif untuk menjangkau kaum milenial. Dengan menghadirkan narasumber inspiratif dan materi yang relevan, diharapkan para peserta dapat menjadi pribadi yang mandiri dan memiliki ketahanan mental yang kuat. Disiplin yang diajarkan oleh instruktur dari TNI AL menjadi pelengkap yang sempurna bagi pendidikan moral yang diberikan oleh para dai MUI.
Melalui program kolaboratif ini, diharapkan lahir generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan spiritual, tetapi juga memiliki jiwa patriotisme yang tinggi. Penyelenggaraan Pesantren Kilat di atas KRI Semarang-594 ini menjadi simbol nyata bahwa pendidikan karakter dapat dilakukan dengan cara yang inovatif dan menyenangkan, sekaligus mempererat hubungan antara ulama, militer, dan masyarakat.












