nidaulquran.id-Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PBNU kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung perjuangan dan kemanusiaan di Palestina. Selama momentum Ramadan 1447 Hijriah hingga menjelang hari raya Idul Fitri, lembaga filantropi di bawah naungan Nahdlatul Ulama ini telah mendistribusikan ribuan paket bantuan kepada warga terdampak konflik di berbagai wilayah, termasuk Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem.
Langkah ini merupakan bagian dari kampanye berkelanjutan masyarakat Indonesia untuk meringankan beban warga Palestina yang terus hidup di bawah tekanan konflik dan krisis ekonomi.
Melalui sinergi dengan berbagai mitra internasional, bantuan yang terkumpul dari para donatur di Indonesia dipastikan sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan.
Penyaluran Bantuan Pangan dan Air Bersih di Jalur Gaza
Wilayah Gaza dan Deir Balah menjadi salah satu fokus utama penyaluran bantuan mengingat kondisi infrastruktur yang hancur dan ketersediaan logistik yang sangat terbatas. NU Care-LAZISNU bekerja sama dengan organisasi mitra global, Gazze Destek Dernegi (GDD), untuk memastikan distribusi berjalan efektif di tengah tantangan lapangan yang berat.
Dalam laporannya, LAZISNU mencatat telah menyalurkan sebanyak 1.626 paket buka puasa bersama (iftar jama’i) serta 2.877 paket iftar mandiri bagi para pengungsi di kamp-kamp pengungsian. Bantuan ini ditujukan untuk memberikan kepastian pangan bagi keluarga-keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan.
Selain bantuan pangan, krisis air bersih yang melanda Gaza akibat rusaknya infrastruktur vital juga menjadi perhatian serius. Sebanyak 152.000 liter air bersih telah didistribusikan ke berbagai titik pengungsian. Inisiatif ini sangat krusial untuk mencegah penyebaran penyakit dan memenuhi kebutuhan dasar harian warga Gaza di tengah cuaca yang menantang selama bulan puasa.
Momentum Idul Fitri: Membawa Kebahagiaan ke Tepi Barat dan Yerusalem
Tidak hanya terfokus di Gaza, jangkauan bantuan LAZISNU juga menyentuh wilayah Tepi Barat (West Bank) dan Yerusalem. Di wilayah-wilayah ini, fokus bantuan bergeser pada persiapan menyambut Idul Fitri, guna menghadirkan sedikit kegembiraan di tengah suasana keprihatinan yang mendalam.
Di Tepi Barat, bantuan berupa paket bahan makanan esensial disalurkan kepada sedikitnya 1.400 penerima manfaat. Paket ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga selama beberapa minggu, sehingga mereka dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang tanpa harus mencemaskan ketersediaan pangan di meja makan.
Khusus di Yerusalem, LAZISNU mendistribusikan 350 paket baju Lebaran untuk keluarga serta 1.400 paket Idul Fitri. Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU, Riri Khariroh, menyatakan bahwa bantuan ini memiliki nilai simbolis yang kuat untuk menunjukkan bahwa warga Palestina tidak sendirian dalam merayakan hari kemenangan. Pakaian baru dan paket hadiah diharapkan dapat memberikan semangat moral, terutama bagi anak-anak di Yerusalem.
Komitmen Kemanusiaan Jangka Panjang Nahdlatul Ulama
Penyaluran bantuan ini bukanlah aksi sesaat, melainkan bagian dari tradisi panjang kepedulian Nahdlatul Ulama terhadap nasib bangsa Palestina. Riri Khariroh menegaskan bahwa NU Care-LAZISNU memiliki tanggung jawab moral sebagai lembaga filantropi Islam untuk terus mendampingi warga Palestina yang telah mengalami penjajahan dalam waktu yang sangat lama.
Keberhasilan penyaluran ribuan paket bantuan ini tidak lepas dari dukungan para donatur di Indonesia dan transparansi dalam proses distribusi. Dengan memanfaatkan jaringan mitra global, bantuan dapat menembus wilayah-wilayah sulit dan menjangkau masyarakat yang tinggal di tenda-tenda pengungsian.
LAZISNU memastikan bahwa setiap rupiah yang didonasikan oleh masyarakat Indonesia dikonversi menjadi bantuan nyata yang sesuai dengan kebutuhan mendesak di lapangan, mulai dari medis, pangan, hingga dukungan psikososial melalui bantuan Idul Fitri.













