Beranda / Warta / Relawan MER-C Tangani Ratusan Pasien per Hari di Gaza di Tengah Krisis Berkepanjangan

Relawan MER-C Tangani Ratusan Pasien per Hari di Gaza di Tengah Krisis Berkepanjangan

nidaulquran.id-Di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan akibat serangan yang terus berlangsung, aktivitas pelayanan medis relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-10 menunjukkan bagaimana dukungan kemanusiaan dari Indonesia masih menjadi penopang penting bagi warga Gaza. Setiap hari, para tenaga medis ini menangani ratusan pasien dari berbagai kelompok usia di sejumlah fasilitas kesehatan yang masih beroperasi.

Mengutip dari website mer-c.org, salah satu relawan, Nadia Rosi, Amd.Kep, mengungkapkan bahwa ia menangani lebih dari 200 pasien per hari saat bertugas di ruang perawatan luka Rumah Sakit Baptis Al-Ahli, Gaza City, Kamis (6/11). Luka patah tulang menjadi kasus yang paling sering ditemui, sementara anak-anak mendominasi pasien dengan luka bakar berat yang memerlukan perawatan berulang setiap hari atau dua hari sekali. Selain itu, pasien diabetes yang datang untuk pengobatan rutin bisa mencapai lebih dari 50 orang per hari.

Nadia yang telah tiga kali bertugas di Gaza menyebut bahwa kesempatan kembali ke wilayah tersebut merupakan amanah besar. “Saya bersyukur masih diberi kepercayaan untuk membantu masyarakat Gaza yang terus menghadapi masa sulit,” ujarnya.

Tidak hanya Nadia, dua relawan lain—dr Nico Gandha dan dr Anthon Vermana Ritonga—juga menjalankan tugas medis di tengah kondisi krisis. Dr Nico melayani puluhan pasien setiap hari di Klinik Muscat Sabra, salah satu pusat layanan kesehatan yang masih aktif di Gaza City. Ia juga memberikan layanan di Klinik Alsalam serta Klinik Al Daraj pada jadwal tertentu.

Sementara itu, dr Anthon Ritonga bertugas menangani tindakan anestesi bedah mulut di RS Arab Baptis Al-Ahli. Salah satu kasus yang ia tangani adalah pasien anak berusia 12 tahun dengan diagnosa ranula yang menjalani prosedur sublingual excision. Ia juga menyelesaikan prosedur removal plate, atau pengangkatan plat logam pasca operasi rahang.

Ketiga relawan tersebut memasuki Gaza secara bertahap melalui konvoi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dr Anthon tiba pada 21 Oktober, disusul dr Nico dan perawat Nadia pada 24 Oktober 2025.

Ketua Presidium MER-C, dr Hadiki Habib, menegaskan bahwa keberadaan EMT MER-C di Gaza merupakan bentuk kontribusi langsung Indonesia dalam memperkuat sektor kesehatan yang mengalami keruntuhan akibat pemboman berulang. Minimnya tenaga medis lokal dan rusaknya infrastruktur kesehatan membuat kehadiran relawan internasional menjadi sangat krusial.

Upaya MER-C di Gaza menegaskan bahwa di tengah kondisi krisis yang berkepanjangan, dukungan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia terus bergerak, terutama melalui jalur medis yang menjadi kebutuhan paling mendesak bagi warga setempat.

Tag: