nidaulquran.id-Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi internasional bagi para kadernya. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pembukaan pendaftaran Program Beasiswa Maroko 2026 serta dorongan kuat dari Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, agar civitas akademika Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) aktif mengembara ilmu hingga ke tingkat global.
PP Muhammadiyah Buka Pendaftaran Beasiswa Maroko 2026
Mengutip dari website muhammadiyah.or.id, PP Muhammadiyah resmi membuka pendaftaran Program Beasiswa Maroko 2026 yang ditujukan bagi kader Muhammadiyah dan lulusan yang memenuhi persyaratan. Program beasiswa ini merupakan hasil kerja sama antara Muhammadiyah dengan sejumlah institusi pendidikan tinggi terkemuka di Maroko, seperti Institut Darul Hadis el-Hassania dan Ma’had Mohammed VI Lil Qira’at wa ad-Dirasat al-Qur’aniyyah. Kedua lembaga tersebut dikenal luas sebagai pusat pengkajian ilmu-ilmu keislaman di tingkat internasional.
Pendaftaran program beasiswa ini dibuka dalam periode singkat, yaitu mulai tanggal 17 hingga 24 Juni 2026. Setelah pendaftaran ditutup, para peserta akan melewati serangkaian tahapan seleksi yang ketat, meliputi seleksi administrasi, wawancara, hingga muqabalah atau wawancara akademik langsung dengan institusi tujuan di Maroko.
Penerima beasiswa yang lolos seleksi akan mendapatkan kesempatan belajar di perguruan tinggi mitra serta memperoleh dukungan pembiayaan dan biaya hidup sesuai dengan ketentuan lembaga penyelenggara masing-masing.
Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk melahirkan kader-kader unggul yang memiliki kedalaman ilmu sekaligus mampu berkontribusi bagi kemajuan Persyarikatan, bangsa, dan dunia Islam. Menurut Syafiq, pendidikan internasional merupakan instrumen penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan global yang kian kompleks.
Info selengkapnya bisa diunduh di sini.
Abdul Mu’ti Dorong Mahasiswa dan Dosen PTMA Mengembara Ilmu ke Luar Negeri
Sejalan dengan program beasiswa tersebut, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang juga menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, mendorong mahasiswa lulusan PTMA untuk melanjutkan jenjang akademik mereka ke luar negeri. Dorongan ini disampaikan Abdul Mu’ti saat memberikan sambutan di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) pada Rabu, 17 Juni 2026.
Tidak hanya bagi mahasiswa, Abdul Mu’ti juga meminta para dosen di lingkungan PTMA untuk memanfaatkan peluang belajar di luar negeri. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta membangun jejaring akademik global.
“Kesempatan itu sangat terbuka. Namun semuanya mensyaratkan kesungguhan untuk menekuni bidang ilmu tertentu. Kuncinya ada pada komitmen,” ujar Abdul Mu’ti di hadapan civitas akademika UMT.
Beliau menekankan bahwa komitmen dan keseriusan dalam mengembangkan kompetensi akademik adalah kunci utama untuk meraih peluang studi internasional. Berbagai jalur dapat dimanfaatkan oleh kader Muhammadiyah, mulai dari program pertukaran pelajar, kursus jangka pendek, hingga program riset dan penulisan ilmiah yang didukung oleh berbagai lembaga pendanaan.
Manfaat Akademik dan Karakter Melalui Studi Global
Menurut Abdul Mu’ti, belajar di luar negeri memberikan dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar pencapaian akademik. Proses tersebut dinilai sangat efektif dalam membantu membangun pola pikir (mindset) serta karakter yang lebih kuat bagi mahasiswa maupun dosen.
Interaksi intensif dengan mahasiswa, akademisi, dan profesional dari berbagai negara akan membuka peluang kolaborasi internasional sekaligus memperluas perspektif dalam menghadapi tantangan global. Selain itu, atmosfer akademik yang kuat di luar negeri diyakini mampu menumbuhkan budaya berpikir logis dan kritis melalui proses pendampingan yang lebih intensif antara dosen dan mahasiswa.
Melalui sinergi antara pembukaan Beasiswa Maroko 2026 dan dorongan internasionalisasi dari jajaran pimpinan, Muhammadiyah berharap dapat terus mencetak generasi intelektual Muslim yang berwawasan global, kompeten, dan siap membawa kemajuan bagi umat di kancah internasional.













