Beranda / Warta / Baitul Arqam PWM Papua Barat Tuntas Digelar di Tiga Lokasi, UNIMUTU Cetak Sejarah Kaderisasi Inklusif

Baitul Arqam PWM Papua Barat Tuntas Digelar di Tiga Lokasi, UNIMUTU Cetak Sejarah Kaderisasi Inklusif

nidaulquran.id-Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Papua Barat sukses merampungkan rangkaian kegiatan Baitul Arqam (BA) tahun 2026 secara maraton di tiga lokasi strategis. Pelatihan penanaman nilai ideologi ini menjadi momentum penting bagi penguatan konsolidasi kaderisasi serta peneguhan syiar Islam berkemajuan di Bumi Cenderawasih.

Dilansir muhammadiyah.or.id, Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (UNIMUTU) juga mengukir sejarah baru dengan menyelenggarakan Baitul Arqam perdana yang menonjolkan potret keberagamaan inklusif di Tanah Papua.

Maraton Baitul Arqam di Tiga Wilayah Strategis Papua Barat

Rangkaian kegiatan Baitul Arqam yang diselenggarakan oleh PWM Papua Barat ini dilaksanakan secara maraton di tiga titik wilayah strategis, yaitu:

1. Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB) pada tanggal 17–19 Juli 2026.

2. Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (UNIMUTU). Terdapat sedikit perbedaan data mengenai tanggal pelaksanaan di lokasi ini; satu sumber menyebutkan kegiatan berlangsung pada 23–25 Juli 2026, sedangkan sumber lainnya mencatat tanggal 22–24 Juli 2026.

3. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Fakfak pada tanggal 24–26 Juli 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai unsur Persyarikatan, mulai dari jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), hingga pengurus Organisasi Otonom (Ortom) se-Papua Barat. Guna menjaga kualitas dan standarisasi pengkaderan, PWM Papua Barat menghadirkan tim instruktur langsung dari Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Ketua PWM Papua Barat, Dr. Ir. H. Mulyadi Djaya, M.Si., yang membuka langsung agenda ini bersama jajaran pimpinan wilayah lainnya, menyampaikan bahwa kehadiran PP Muhammadiyah memberikan energi tambahan bagi dakwah di Papua. “Tantangan dan peluang dakwah di Papua masih sangat membentang. Kehadiran PP Muhammadiyah akan semakin menambah semangat kami untuk mensyiarkan Islam berkemajuan di Bumi Cenderawasih,” ujarnya.

Baitul Arqam Perdana UNIMUTU: Tonggak Sejarah dan Keberagaman Inklusif

Di antara tiga lokasi tersebut, pelaksanaan Baitul Arqam di UNIMUTU menarik perhatian khusus karena merupakan perkaderan mahasiswa pertama yang diadakan oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Tanah Papua. Kampus yang baru berdiri pada Juni 2025 (dengan SK Pendirian tertanggal 19 Mei 2025) ini menunjukkan potret keberagamaan yang sangat inklusif.

Rektor UNIMUTU, Tri Wahyuni, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa Baitul Arqam untuk dosen dan tenaga kependidikan (tendik) diikuti oleh peserta muslim maupun nonmuslim. Bahkan, dari total lebih dari 200 mahasiswa yang mengikuti Baitul Arqam angkatan pertama ini, hampir 80 persen di antaranya merupakan nonmuslim. Mereka mengikuti seluruh rangkaian pengkaderan dengan penuh kegembiraan.

“Semoga ikhtiar ini menjadi rintisan langkah menguatkan konsolidasi kaderisasi di Tanah Papua pada umumnya, dan Teluk Bintuni pada khususnya,” papar Tri Wahyuni. Ia juga berharap UNIMUTU dapat terus memberikan sumbangsih nyata guna memajukan Kabupaten Teluk Bintuni menjadi Kota Pendidikan.

Sinergi dan Komitmen Dakwah Islam Berkemajuan di Bumi Cenderawasih

Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, menekankan pentingnya pemahaman keagamaan yang khas di lingkungan Persyarikatan. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki rumusan-rumusan khas yang membedakan pemahaman keislaman dan keberagamaan dengan yang lain. Sebagai gerakan Islam berkemajuan, cara berpikir dan bertindak kader Muhammadiyah dituntut untuk selalu selangkah di depan.

Sementara itu, Master of Training Baitul Arqam UNIMUTU sekaligus Ketua Korps Instruktur Nasional PP Muhammadiyah, M. Irfan Islami, menyebutkan bahwa iklim Papua yang kaya akan keberagaman menjadi nilai tambah tersendiri bagi para kader. Ia menilai kader Muhammadiyah di Papua telah teruji oleh alam, keberagaman budaya, serta keharmonisan antarwarga dan agama.

“Melalui perkaderan di UNIMUTU ini, kader akan makin solid, sinergis, dan mantap dalam mengembangkan syiar dakwah, yang tentunya memberikan manfaat besar bagi warga dan Tanah Papua,” tegas Irfan.

Sekretaris PWM Papua Barat, Syamsul Inay, S.Pd., M.Tr.IP., menambahkan bahwa pascapelatihan ini, seluruh alumni Baitul Arqam diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai ideologi menjadi karya nyata di daerah masing-masing. “Di Muhammadiyah tidak ada waktu untuk sibuk mencari kesalahan. Waktu kita terlalu berharga untuk digunakan bersungguh-sungguh menjadi produktif, bermanfaat bagi umat, bangsa, dan persyarikatan,” pungkas Syamsul.

Tag: