nidaulquran.id-Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi telah menetapkan lokasi penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU tahun 2026. Forum tertinggi kedua setelah Muktamar tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada 20 hingga 21 Juni 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur.
Keputusan strategis ini merupakan hasil dari pertimbangan mendalam yang melibatkan aspek teknis maupun spiritual guna memastikan kelancaran agenda besar organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.
Penetapan Lokasi Melalui Pertimbangan Spiritual dan Teknis
Pemilihan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso sebagai tuan rumah didasarkan pada proses seleksi yang ketat. Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah mempelajari laporan komprehensif dari tim survei khusus yang sebelumnya telah merekomendasikan tiga calon lokasi potensial. Selain kesiapan infrastruktur, pemilihan lokasi ini juga didasarkan pada pertimbangan ruhaniah yang menjadi tradisi kuat dalam pengambilan keputusan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Penetapan lokasi ini diperkuat dengan terbitnya surat instruksi resmi bernomor 353/PB.23/A.II.08.03/99/06/2026. Dalam surat tersebut, Rais Aam menginstruksikan kepada jajaran Panitia Pengarah (Steering Committee) dan Panitia Pelaksana (Organizing Committee) untuk segera bergerak maksimal dalam melakukan persiapan. Langkah ini dianggap krusial mengingat skala acara yang akan melibatkan ribuan ulama dan delegasi dari berbagai penjuru tanah air.
Sebelum Pesantren Al-Falah Ploso terpilih, tim survei PBNU telah melakukan tinjauan lapangan ke beberapa pesantren kandidat lainnya. Namun, Ploso dinilai memiliki keunggulan dari sisi nilai historis dan kesiapan fasilitas pendukung. Kediri sendiri dikenal sebagai salah satu episentrum pendidikan pesantren di Jawa Timur, sehingga penunjukan ini diharapkan mampu memberikan atmosfer spiritual yang mendukung jalannya musyawarah para ulama.
Agenda Utama Munas Alim Ulama dan Konbes NU
Munas Alim Ulama dan Konbes NU merupakan dua forum yang berjalan secara paralel namun memiliki fokus pembahasan yang berbeda. Munas Alim Ulama berfungsi sebagai ruang bagi para kiai untuk merumuskan pandangan keagamaan terhadap isu-isu terkini, sedangkan Konbes NU lebih menitikberatkan pada urusan internal dan tata kelola organisasi.
Pembahasan Isu Keagamaan Kontemporer
Dalam forum Munas 2026, agenda utama adalah pembahasan masalah keagamaan atau *bahtsul masail*. Para ulama akan mengkaji berbagai persoalan kontemporer yang muncul di tengah masyarakat, mulai dari tantangan sosial, ekonomi digital, hingga etika teknologi. Hasil rumusan ini nantinya akan menjadi panduan resmi bagi warga Nahdliyin dan memberikan kontribusi pemikiran bagi kebijakan nasional.
Penguatan Organisasi Menjelang Muktamar
Sementara itu, Konbes NU akan menjadi ajang evaluasi terhadap kinerja organisasi serta sinkronisasi program kerja PBNU di tingkat pusat hingga daerah. Forum ini juga menjadi jembatan penting dalam mempersiapkan pelaksanaan Muktamar NU mendatang. Pembahasan mengenai peraturan perkumpulan dan penguatan sistem administrasi menjadi prioritas guna memastikan NU tetap relevan dalam menghadapi dinamika zaman.













