nidaulquran.id-Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 resmi mengesahkan hasil rumusan Komisi Rekomendasi terkait peningkatan kualitas pendidikan berbasis masyarakat secara berkelanjutan. Sidang tersebut berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026, bertempat di Aula Induk Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Mojo, Kediri, Jawa Timur.
Sidang pleno ini dipimpin langsung oleh Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Sekretaris Steering Committee (SC), KH Akhmad Said Asrori. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi Rekomendasi, Prof. Kacung Marijan, memaparkan lima rekomendasi strategis di bidang pendidikan yang ditujukan kepada pemerintah.
Lima Rekomendasi Strategis Bidang Pendidikan Nasional
Komisi Rekomendasi merumuskan lima poin utama kebijakan untuk memperkuat ekosistem pendidikan nasional yang inklusif, berkeadilan, dan berbasis partisipasi masyarakat:
1. Kesetaraan Lembaga Pendidikan Berbasis Masyarakat
Pemerintah wajib memberikan kesempatan dan ruang yang lebih besar kepada lembaga pendidikan berbasis masyarakat, baik yang dikelola oleh organisasi keagamaan maupun nonkeagamaan. Tujuannya adalah agar lembaga-lembaga tersebut dapat tumbuh bersama lembaga pendidikan pemerintah dan berkembang menjadi institusi berkualitas yang sejajar dengan negara-negara maju. Salah satu langkah yang diusulkan adalah kebijakan pembatasan penerimaan jumlah siswa dan mahasiswa baru di lembaga pendidikan yang dikelola oleh negara.
2. Keadilan Alokasi Anggaran Pendidikan
Pemerintah pusat dan daerah diminta memastikan alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBN dan APBD tidak hanya difokuskan pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah. Anggaran tersebut harus menjamin dukungan yang proporsional, berkeadilan, transparan, dan berkelanjutan bagi lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat atau swasta.
3. Perlindungan terhadap Lembaga Pendidikan Swasta
Munas NU 2026 menegaskan bahwa setiap kebijakan pendirian dan pengembangan sekolah baru oleh pemerintah tidak boleh melemahkan atau meminggirkan lembaga pendidikan yang dikelola oleh masyarakat atau swasta, seperti pesantren.
4. Pengakuan dan Dukungan Nyata bagi Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT)
Pemerintah wajib memberikan perhatian, pengakuan, dan dukungan nyata terhadap MDT sebagai bagian penting dari sistem pendidikan keagamaan Islam yang tumbuh dari masyarakat. Dukungan ini harus diwujudkan melalui alokasi anggaran yang jelas, berkelanjutan, dan proporsional. Hal tersebut mencakup bantuan operasional, peningkatan kesejahteraan ustaz dan ustazah, penguatan sarana prasarana, pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta pendataan yang terintegrasi.
5. Pengembangan Pusat Keunggulan (Centers of Excellence)
Pemerintah didorong untuk membangun *centers of excellence* (pusat keunggulan) pada bidang-bidang strategis di lembaga pendidikan milik pemerintah maupun masyarakat. Pengembangan ini diharapkan melibatkan kolaborasi dengan berbagai sektor industri untuk menghasilkan penelitian, inovasi, serta melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompetitif di tingkat internasional.
Rais Aam PBNU Apresiasi Hasil Pembahasan dan Kinerja Tuan Rumah
Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap seluruh hasil keputusan yang telah ditetapkan selama persidangan Munas-Konbes NU 2026. Pengasuh Pondok Pesantren Miftachussunnah tersebut menilai bahwa dinamika dan perdebatan yang terjadi di dalam forum merupakan hal yang wajar dan justru menjadi modal berharga bagi masa depan Nahdlatul Ulama.
“Pengalaman untuk pelajaran akan datang,” ujar KH Miftachul Akhyar. Beliau menegaskan bahwa hasil pembahasan ini akan menjadi bekal penting bagi perjalanan jam’iyyah ke depan, terutama menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.
Terima Kasih kepada Pesantren Al-Falah Ploso
Selain mengapresiasi hasil sidang, KH Miftachul Akhyar juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada KH Nurul Huda Djazuli beserta keluarga besar Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, yang telah sukses bertindak sebagai tuan rumah penyelenggaraan acara. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian kegiatan Munas-Konbes NU 2026 dengan penuh kesungguhan hingga selesai. Beliau berharap seluruh ikhtiar yang dirumuskan dalam forum ini dapat memberikan kemudahan bagi langkah-langkah organisasi selanjutnya.













