Beranda / Warta / MUI dan DPR RI Galang Poros Kemanusiaan Asia Pasifik Demi Palestina Merdeka

MUI dan DPR RI Galang Poros Kemanusiaan Asia Pasifik Demi Palestina Merdeka

nidaulquran.id-Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina kembali bergema dari Jakarta. Dalam upaya mengonsolidasikan kekuatan masyarakat sipil dan parlemen di kawasan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama DPR RI akan menjadi tuan rumah Konferensi Asia Pasifik untuk Palestina, yang dijadwalkan berlangsung pada 7–8 November 2025 di Kompleks MPR/DPR RI, Senayan.

Mengutip dari mui.or.id, kegiatan diplomatik ini menyimpan semangat yang lebih besar yaitu membangun poros solidaritas Asia Pasifik untuk perdamaian dunia. Indonesia, sebagai negara dengan sejarah panjang dalam perjuangan anti-kolonialisme, menegaskan kembali perannya sebagai jembatan moral dan politik dalam memperjuangkan hak rakyat Palestina.

Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera menyebut konferensi ini sebagai bentuk nyata dari diplomasi kemanusiaan yang berbasis nurani bangsa. “DPR merasa terhormat bisa menjadi tuan rumah. Ini bukan hanya agenda politik, tapi cermin komitmen rakyat Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung MUI, Jakarta. Ia menegaskan, perjuangan pembebasan selalu berawal dari kesadaran berpikir dan kesatuan arah moral yang kuat.

Sementara itu, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim, menekankan bahwa forum Asia Pasifik memiliki nilai strategis dalam menciptakan konsensus regional untuk menekan agresi Israel dan mendukung rekonstruksi Gaza. “Asia Pasifik adalah kawasan dengan kekuatan moral dan ekonomi besar. Bila bersatu, kita dapat memberi tekanan diplomatik yang signifikan terhadap pelanggaran kemanusiaan di Palestina,” ujarnya.

Konsolidasi lintas bangsa ini juga memperkuat diplomasi rakyat (people-to-people diplomacy), yang selama ini menjadi ciri khas gerakan kemanusiaan Indonesia. Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, menambahkan bahwa perjuangan membela Palestina tidak boleh berhenti pada pernyataan dukungan semata. “Kita tidak akan jenuh dan tidak akan bosan sebelum saudara-saudara kita di Palestina merdeka,” tegasnya.

Konferensi dua hari ini akan menghadirkan 70 delegasi dari 19 negara Asia Pasifik, termasuk Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Filipina. Mereka berasal dari berbagai latar belakang—akademisi, ulama, aktivis kemanusiaan, hingga anggota parlemen. Agenda utama meliputi pembentukan dua komisi khusus: Komisi Solidaritas Asia Pasifik untuk Palestina dan Komisi Diplomasi Kemanusiaan, serta pembahasan usulan Dana Abadi untuk Rekonstruksi Gaza yang digagas lembaga filantropi Indonesia seperti Dompet Dhuafa.

Sebagai penutup, forum ini akan menghasilkan Deklarasi Asia Pasifik untuk Palestina, yang menegaskan posisi kawasan sebagai mitra aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan, keadilan, dan perdamaian abadi. Optimisme ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap Palestina kini melampaui batas agama dan politik—menjadi gerakan kemanusiaan global yang tumbuh dari nilai solidaritas dan cinta damai.

Tag: