Beranda / Warta / OMI 2025 Resmi Ditutup, 520 Pelajar Madrasah Tampilkan Inovasi Sains Nasional

OMI 2025 Resmi Ditutup, 520 Pelajar Madrasah Tampilkan Inovasi Sains Nasional

nidaulquran.id-Kementerian Agama melalui Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah menegaskan arah baru pembinaan riset di lingkungan madrasah setelah menutup rangkaian Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025) yang berlangsung pada 10–14 November 2025 di Grand Elhajj, Tangerang, Banten.

Dilansir dari website kemenag.go.id, ajang riset nasional ini mencatat antusiasme tinggi dengan 9.349 dokumen riset yang masuk dari siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Riset-riset tersebut mengusung tiga tema besar, yaitu Ekoteologi, Sustainable Development Goals (SDGs), dan Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional. Seluruh karya diseleksi secara berjenjang oleh tim juri secara objektif, profesional, dan akuntabel hingga terpilih enam tim terbaik yang melaju sebagai pemenang grand final.

Direktur KSKK Madrasah Nyayu Khodijah mengatakan bahwa OMI tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga merupakan sarana strategis untuk membentuk pola pikir ilmiah dan sikap kritis di kalangan pelajar madrasah.

“Ajang nasional ini adalah bentuk komitmen Kementerian Agama untuk menghadirkan wahana yang menumbuhkan semangat riset dan sains bagi siswa madrasah,” ujarnya usai malam penganugerahan OMI 2025, Kamis (13/11/2025).

Penutupan OMI 2025 secara resmi dilakukan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang memberi apresiasi atas kreativitas dan inovasi peserta dari seluruh provinsi di Indonesia. Menurutnya, karya-karya yang ditampilkan mencerminkan semangat hikmah — nilai intelektual yang menjadi fondasi peradaban Islam klasik.

“Madrasah sejak masa keemasan Islam adalah pusat integrasi ilmu agama dan ilmu pengetahuan. Tidak ada sekat antara keduanya,” ujar Menag.

Ia juga menegaskan bahwa pendidikan madrasah memiliki akar multikultural yang panjang dan pernah tumbuh dalam tradisi Yahudi dan Nasrani. Hal itu, katanya, memperkuat karakter madrasah sebagai lembaga terbuka dan dialogis.

Dalam sambutannya, Menag mengingatkan bahwa Islam sejak awal sangat menghargai ilmu pengetahuan dan inovasi. Ia mencontohkan bagaimana Rasulullah SAW mengapresiasi seorang pemuda yang menciptakan teknologi penerangan baru di Madinah sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas ilmiah.

“Sains dan agama saling melengkapi. Sains adalah alat manusia sebagai khalifah, sedangkan agama membimbing manusia sebagai hamba Allah. Madrasah mampu memadukan keduanya,” tegasnya.

Menag juga berpesan agar madrasah tidak menjadikan keterbatasan sarana sebagai hambatan untuk berprestasi. Ia menekankan bahwa kreativitas justru sering lahir dari keterbatasan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan dalam kesuksesan OMI 2025. Acara penutupan sendiri dihadiri ratusan siswa, guru pendamping, serta para pejabat daerah.

OMI 2025 menegaskan posisi madrasah sebagai ruang lahirnya generasi peneliti muda yang mampu mengintegrasikan riset ilmiah dengan nilai-nilai keagamaan, sekaligus memperkuat komitmen Kemenag dalam memajukan pendidikan sains di lingkungan madrasah.

Tag: