Beranda / Warta / Menyemai Benih Kebaikan di Penjuru Nusantara: Laporan Safari Dakwah Santri KMI Ibnu Abbas

Menyemai Benih Kebaikan di Penjuru Nusantara: Laporan Safari Dakwah Santri KMI Ibnu Abbas

nidaulquran.id-Menjadi seorang dai bukan sekadar kemahiran dalam beretorika di atas mimbar, melainkan sebuah amanah besar untuk memahami ilmu agama secara mendalam dan menyampaikannya dengan hikmah. Semangat inilah yang melandasi Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI) Ibnu Abbas Klaten dalam menyelenggarakan program Praktik Dakwah Lapangan (PDL) bagi santri kelas 5, sebuah perjalanan dakwah yang membawa mereka dari lereng pegunungan hingga pesisir pantai.

Pembekalan: Mengasah Pedang Ilmu Sebelum Berjuang

Perjalanan dakwah para santri tidak dimulai secara tiba-tiba. Sebelum berangkat ke masyarakat, mereka lebih dahulu mengikuti masa pembekalan selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (23-25 Februari 2026) di lingkungan pondok. Dalam kegiatan ini, para asatidzah memberikan materi yang menjadi bekal utama bagi para santri dalam menjalankan tugas dakwah.

Ada tiga materi pokok yang ditekankan selama pembekalan. Pertama, fikih imam sholat yang disampaikan oleh Ust. Achyar Abduh Dzikron, Lc., M.H. Dalam sesi ini, para santri mempelajari tanggung jawab serta adab ketika memimpin sholat berjamaah sebagai imam.

Materi kedua adalah fikih dakwah di tengah masyarakat yang dibawakan oleh Ust. Ali Hufron, S.IP. Melalui materi ini, santri diarahkan agar mampu menyampaikan pesan Islam secara bijak, menyentuh hati masyarakat, dan tetap relevan dengan kondisi zaman.

Selanjutnya, Ust. Dr. Umarulfaruq Abu Bakar, Lc., M.H. menguatkan pemahaman santri tentang dalil-dalil dakwah. Tujuannya agar setiap pesan yang mereka sampaikan memiliki landasan yang jelas dan kuat dari sumber syariat.

Langkah ini menegaskan bahwa di KMI Ibnu Abbas, santri tidak hanya dijejali teori, tetapi dipersiapkan untuk mempraktikkan langsung ilmu mereka di tengah umat.

Pelepasan: Menebar Cahaya Islam dari Jawa hingga Aceh

Setelah pembekalan selesai, para santri yang menjadi duta dakwah dilepas dengan penuh doa dan harapan. Mereka kemudian berangkat menuju tempat pengabdian yang telah ditentukan, tersebar di berbagai wilayah.

Di Yogyakarta dan Gunungkidul, terdapat empat santri yang bertugas. Dua di antaranya berdakwah di Masjid Poesaka, sementara dua lainnya mengabdi di Panti Asuhan Islam Playen. Di Temanggung, empat santri juga menjalankan tugas dakwah. Dua santri ditempatkan di Masjid ABS, sedangkan dua lainnya berada di Masjid Al Khasan.

Sementara itu di Pacitan, dua santri bertugas di Masjid Badar Al Utsman. Menariknya, program ini juga menjangkau wilayah yang lebih jauh. Dua santri dikirim hingga ke Aceh, yang dikenal sebagai Serambi Mekah, untuk menjalankan misi dakwah di ujung barat Indonesia.

Kepulangan: Membawa Satu Cerita Bahwa “Dakwah itu Indah”

Setelah menyelesaikan kegiatan dakwah di lapangan, para santri kembali berkumpul di Perpustakaan KMI Ibnu Abbas pada Senin, 9 Maret 2026. Dalam kegiatan pengimbasan pasca PDL, mereka saling berbagi cerita tentang pengalaman selama berada di tengah masyarakat.

Suasana terasa hangat sekaligus mengharukan. Para santri menceritakan berbagai pengalaman yang mereka alami, mulai dari tantangan hingga kebahagiaan ketika dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Walaupun tempat tugas mereka berbeda-beda, dari daerah pegunungan hingga wilayah pesisir, semangat yang mereka bawa tetap sama. Mereka ingin menyebarkan kebaikan dan mengajak masyarakat kepada nilai-nilai Islam yang penuh keberkahan.

Program ini menunjukkan bahwa keberhasilan seorang penghafal Al-Qur’an dan penuntut ilmu tidak berhenti pada penguasaan ilmu semata. Keberhasilan sejati terlihat ketika nilai-nilai Al-Qur’an dapat diwujudkan dalam akhlak, sikap, dan tindakan saat berinteraksi dengan masyarakat.

Informasi Pendaftaran Santri Baru

KMI Ibnu Abbas Klaten saat ini juga membuka pendaftaran santri baru untuk tahun ajaran 2026/2027. Bagi para orang tua dan calon santri yang ingin mendapatkan pendidikan Islam yang terpadu antara ilmu syar’i, hafalan Al-Qur’an, serta pembinaan karakter dan kepemimpinan, KMI Ibnu Abbas Klaten menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai pendaftaran, persyaratan, serta alur seleksi, masyarakat dapat menghubungi nomor resmi KMI Ibnu Abbas Klaten di 0851-8323-1554. Informasi juga tersedia melalui situs resmi ibnuabbasklaten.com maupun akun Instagram @kulliyatulmuallimin_ibnuabbas.

Semoga pengalaman ini menjadi langkah awal yang memicu semangat dakwah yang lebih luas di masa depan. Harapannya, akan lahir generasi dai yang kuat, berilmu, dan mampu membawa manfaat bagi banyak orang, bukan hanya di mimbar, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat secara nyata. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Tag: