Home / Warta / BSMI Fasilitasi Pendidikan Dokter dan Spesialis bagi Warga Palestina

BSMI Fasilitasi Pendidikan Dokter dan Spesialis bagi Warga Palestina

nidaulquran.id-Kebutuhan akan tenaga medis profesional di wilayah konflik seperti Palestina terus menjadi perhatian dalam misi kemanusiaan internasional. Di tengah keterbatasan akses layanan kesehatan akibat konflik berkepanjangan, pendidikan tenaga medis dipandang sebagai salah satu solusi jangka panjang. Perhimpunan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) mengambil peran dalam upaya tersebut melalui program beasiswa pendidikan kedokteran bagi mahasiswa Palestina.

Program ini mencakup pendanaan pendidikan sarjana kedokteran di Sudan hingga pengembangan jalur pendidikan dokter spesialis di Indonesia melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dalam negeri.

Enam Mahasiswa Palestina Lulus Kedokteran di Sudan

Sebanyak enam mahasiswa asal Palestina yang menerima beasiswa dari BSMI telah menyelesaikan pendidikan sarjana kedokteran di Sudan. Kelulusan ini dinilai sebagai pencapaian penting, mengingat para mahasiswa harus menempuh studi di tengah situasi konflik yang juga sempat memburuk di Sudan dalam beberapa tahun terakhir.

Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi capaian akademik bagi para lulusan, tetapi juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas layanan kesehatan di Palestina, khususnya di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan tenaga medis.

Pendidikan sebagai Bantuan Kemanusiaan Jangka Panjang

Pembina BSMI, Prof. Dr. dr. Basuki Supartono, SpOT, menilai investasi di bidang pendidikan tenaga kesehatan merupakan bentuk bantuan kemanusiaan yang berkelanjutan. Menurutnya, penguatan sumber daya manusia di sektor kesehatan akan memberikan dampak jangka panjang bagi ketahanan suatu bangsa.

Ia menyebut para lulusan diharapkan kembali ke Palestina tidak hanya dengan gelar akademik, tetapi juga dengan komitmen pengabdian untuk melayani masyarakat yang selama bertahun tahun menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan akibat blokade dan konflik.

Kerja Sama BSMI dan Universitas Brawijaya

Selain program sarjana, BSMI memperluas dukungan pendidikan dengan menjalin kerja sama strategis bersama Universitas Brawijaya di Malang, Jawa Timur. Kerja sama tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman untuk penyediaan beasiswa penuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) bagi dokter asal Palestina di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., menyatakan pihaknya berkomitmen mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan sebagai bagian dari jejaring akademik global. Dalam skema kerja sama ini, Universitas Brawijaya menanggung biaya pendidikan, sementara BSMI melalui donasi masyarakat Indonesia menanggung kebutuhan hidup para peserta selama masa studi.

Spesialisasi Prioritas untuk Kebutuhan Gaza

Program beasiswa dokter spesialis ini difokuskan pada bidang bidang yang dibutuhkan secara mendesak di Gaza dan wilayah Palestina lainnya. Salah satu penerima beasiswa perdana adalah dr. Reema Balousha yang menempuh pendidikan spesialis Obstetri dan Ginekologi. Bidang ini dipilih untuk memperkuat layanan kesehatan bagi perempuan dan anak, kelompok yang kerap terdampak paling besar dalam situasi krisis kemanusiaan.

Selain Obstetri dan Ginekologi, BSMI dan Universitas Brawijaya juga menargetkan pengembangan spesialisasi lain, seperti ortopedi, anestesi, bedah plastik, dan bedah kulit.

Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional BSMI, M. Djazuli Ambari, menegaskan seluruh penerima beasiswa telah menyatakan komitmen untuk kembali ke Palestina setelah menyelesaikan pendidikan. Ia menilai langkah ini penting agar ilmu dan keahlian yang diperoleh dapat langsung diterapkan untuk mendukung pemulihan dan penguatan sistem kesehatan di Gaza dan wilayah sekitarnya.

Tag: