nidaulquran.id-Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi meluncurkan aplikasi Ustadzku sebagai jawaban atas kebutuhan layanan keislaman yang modern, kredibel, dan mudah diakses. Aplikasi ini diprakarsai oleh KH Dr. Arif Fahrudin, Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, untuk memperkuat dakwah Islam di era digital.
Dengan menggandeng dai-dai tersertifikasi dari program standardisasi MUI, Ustadzku menghadirkan platform yang mampu menjembatani semangat keberagamaan dengan kemajuan teknologi digital.
Seperti yang dilansir di website mui.or.di, peluncuran aplikasi ini mendapat apresiasi tinggi dari KH Cholil Nafis, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah. Dalam sambutannya di Kantor BRIN, Jakarta Pusat, ia menilai aplikasi ini sebagai inovasi strategis dalam menempatkan para dai yang kompeten di ruang publik digital secara adil.
“Ini bukan hanya karya digital, tetapi juga bentuk nyata dari dakwah kreatif dan berorientasi pada kemaslahatan umat,” ujar Kiai Cholil. “Pencarian terbanyak di internet terkait Islam berkisar pada waktu salat, arah kiblat, dan aplikasi Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kebutuhan tinggi akan akses informasi dan layanan keagamaan yang cepat dan akurat. Ustadzku hadir sebagai pelengkap penting, menyediakan akses langsung ke ustaz kompeten, jadwal kajian terpercaya, dan konten keislaman berkualitas.” Tambah beliau.
Kiai Arif menegaskan bahwa Ustadzku lebih dari sekadar aplikasi pencarian ustaz, ini adalah platform dakwah menyeluruh. Layanan dalam aplikasi ini mencakup bimbingan keagamaan untuk berbagai momen penting seperti pernikahan, khitan, kematian, hingga acara syukuran, serta ruang konsultasi dan nasihat islami dari ustaz terpercaya. Tujuan utamanya adalah menjangkau umat secara menyeluruh dengan pendekatan yang kredibel, moderat, dan berbasis teknologi.
Baik Kiai Arif maupun Kiai Cholil sepakat bahwa Ustadzku akan menjadi ruang kolaborasi strategis antara dai, muballigh, dan cendekiawan Muslim untuk menyampaikan pesan dakwah yang kuat dan tepat sasaran. Dengan komitmen pada Islam Wasathiyah, Ahlussunnah wal Jamaah, serta visi kebangsaan, aplikasi ini diharapkan menjadi mitra utama dalam dakwah digital yang menjangkau seluruh lapisan umat secara inklusif dan bertanggung jawab.












