Home / Konsultasi Syari'ah / Hukum berjual-beli dengan peternak babi

Hukum berjual-beli dengan peternak babi

Pertanyaan:

Ada tempat pengilingan/selepan jagung/padi, hasil pengilingan jagung dari biji yang pecah besar (super) dibeli oleh peternak ayam petelur dan pedaging. Hasil pengilingan yang pecah sedang (menir) dibeli oleh peternak pehobi burung kicau. Hasil pengilingan yg pecah halus (tepung jagung) dibeli peternak sapi, kuda, kambing dan juga peternak babi.

Bagaimana hukumnya bertransaksi dengan peternak babi ustad?

(Pak Joko-Klaten)


Jawaban:

بسم الله والصلاة والسلام على رسول الله أما بعد :

Hukumnya menjual pakan ternak ke peternak babi hukumnya haram akan tetapi jual belinya sah. Karena secara zat barang yang menjadi objek jual beli memenuhi syarat-syarat jual beli. Hal ini sebagaimana kasus menjual anggur untuk diolah menjadi khamr atau menjual senjata tajam untuk membunuh.

Para ulama sepakat akan keharaman babi sebagaimana dalil-dalil berikut:

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيم

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 115).

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Baqarah: 173).

Rasulullah ‘alaihis sholatu wassalam juga dengan tegas mengharamkan jual beli babi dan dagingnya dalam sabdanya:

إِنَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ حَرَّمَ بَيْعَ الْخَمْرِ وَالْمَيْتَةِ وَالْخِنْزِيرِ وَالأَصْنَامِ

“Sesungguhnya, Allah dan Rasul-Nya mengharamkan jual beli khamar, bangkai, babi, dan patung.” (HR. Bukhari).

Wallahu a’lam

(Ust. M. Riezky Pradana, Lc., MH)