nidaulquran.id-Yayasan Ibnu Abbas Klaten melalui Bidang ProZIS Ibnu Abbas Klaten secara resmi melepas empat peserta misi dakwah Ramadhan ke Aceh. Mereka terdiri dari dua santri Kulliyatul Mu’allimin Al Islamiyah (KMI) dan dua mahasantri Ma’had Aly Ibnu Abbas Klaten. Prosesi pelepasan digelar di Kampus 1 PPTQ Ibnu Abbas Klaten, Senin sore (9/2/2026).
Acara tersebut dihadiri Ketua Yayasan Ibnu Abbas Klaten Ir. Hj. Suciningsih, Sekretaris PPTQ Ibnu Abbas Klaten Ustadz Dr. Umarulfaruq Abubakar, Lc., M.H.I., serta Kepala Ma’had Aly Ibnu Abbas Klaten Ustadz Budiman Mustofa, Lc., M.P.I. Kehadiran pimpinan yayasan menjadi bentuk dukungan sekaligus penguatan amanah bagi para santri dan mahasantri yang akan menjalankan dakwah di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Ibnu Abbas Klaten Ir. Hj. Suciningsih menegaskan bahwa santri dan mahasantri yang menempuh pendidikan di PPTQ Ibnu Abbas Klaten diharapkan memiliki cita-cita luhur sebagai mujahid setelah menyelesaikan masa studi.
Ia menyebut pengiriman santri ke Aceh Tamiang merupakan bagian dari jihad kemanusiaan yang diwujudkan melalui dakwah dan pengabdian sosial, khususnya di wilayah yang sebelumnya terdampak bencana.
“Kehadiran santri di daerah pascabencana bukan hanya menjalankan tugas dakwah, tetapi juga menjadi sarana pendidikan empati dan perwujudan iman dalam tindakan nyata. Inilah nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dan ruh pesantren,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Ir. Hj. Suciningsih secara resmi melepas para santri dan mahasantri dengan doa agar seluruh rangkaian dakwah Ramadhan berjalan lancar dan diberi keberkahan.
Sementara itu, Kepala ProZIS Ibnu Abbas Klaten Ustadz Fajarul Falah, S.Th.I., menjelaskan secara daring bahwa program pengiriman dai Ramadhan ke Aceh merupakan kelanjutan dari program revitalisasi masjid yang disusun berdasarkan hasil asesmen lapangan dan aspirasi masyarakat setempat.
Menurutnya, program tersebut dirancang sebagai bagian dari misi dakwah jangka panjang agar kehadiran dai memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat, khususnya di lingkungan masjid.
Ia menambahkan, sebelum diberangkatkan, para santri dan mahasantri telah dibekali materi yang meliputi fikih Ramadhan, teknik khutbah dan ceramah, pemahaman karakter masyarakat lokal, serta penguatan mental dan etika dakwah.
Selama menjalankan tugas di Aceh, para dai Ramadhan akan terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari pendidikan keagamaan sebagai pengajar TPA dan TPQ, menjadi imam salat dan penceramah, hingga kegiatan sosial berupa pendampingan ekonomi berbasis masjid dan aktivitas kerelawanan masyarakat.
Ustadz Fajarul Falah juga mengingatkan pentingnya menjaga adab sebelum ilmu, karena keteladanan akhlak dinilai sebagai bentuk dakwah yang paling efektif. Ia menegaskan para santri membawa amanah sebagai duta Al Quran sekaligus representasi lembaga Ibnu Abbas Klaten.
Menutup keterangannya, ia mengajak masyarakat dan para donatur untuk terus mendukung program pengiriman dai Ramadhan. Dukungan tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir selama manfaat dakwah tersebut dirasakan oleh masyarakat.
Donasi Program Pemulihan Sumatera melalui Prozis Ibnu Abbas di nomor rekening BSI 700627 1612 an. Prozis Ibnu Abbas. Konfirmasi donasi ke 0856-0109-5333












