nidaulquran.id-Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah secara resmi mengumumkan kebijakan baru terkait pengelolaan daging dam (denda) jemaah haji tahun 2026. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, prioritas utama penyaluran daging hasil pemotongan hewan kurban dan denda jemaah haji asal Indonesia kini diarahkan untuk membantu rakyat Palestina yang tengah mengalami krisis kemanusiaan hebat.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Arab Saudi melalui lembaga pengelola dam resmi, Adahi Project. Kesepakatan ini memastikan bahwa hasil penyembelihan hewan dam jemaah Indonesia tidak hanya bermanfaat bagi warga lokal di Tanah Suci, tetapi juga menjangkau mereka yang sangat membutuhkan bantuan pangan di luar perbatasan Saudi Arabia, khususnya di Palestina dan beberapa negara Timur Tengah lainnya.
Baca juga: LAZISNU Salurkan Ribuan Paket Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina
Mekanisme Pengelolaan dan Data Statistik Jemaah
Transformasi tata kelola haji tahun 2026 juga tercermin dalam sistem pendataan pembayaran dam yang jauh lebih terorganisasi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hingga akhir Mei 2026, Kemenhaj mencatat ribuan jemaah telah terdata metode pembayarannya secara digital, yang memudahkan proses proyeksi jumlah hewan yang akan disembelih dan dikemas.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Kemenhaj, tercatat sebanyak 126.832 jemaah haji telah terdata dalam sistem pembayaran dam. Dari jumlah tersebut, mayoritas jemaah, yakni sekitar 90.956 orang, memilih untuk menunaikan dam melalui fasilitas Adahi Project di Arab Saudi. Sementara itu, 32.691 jemaah memilih untuk menyalurkan dam mereka di dalam negeri melalui lembaga amil zakat resmi di Indonesia.
Selain itu, terdapat 3.195 jemaah yang memenuhi kewajiban dam dengan cara berpuasa sesuai dengan ketentuan syariat, dan 1.076 jemaah lainnya menjalankan Haji Ifrad sehingga tidak diwajibkan membayar dam. Peningkatan akurasi data ini menjadi sejarah baru dalam administrasi haji Indonesia, di mana pada tahun-tahun sebelumnya data yang terekam hanya berkisar di angka 10.000-an.
Baca juga: Prozis Ibnu Abbas Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Palestina
Proses Distribusi dan Peran Adahi Project
Proses penyembelihan hewan dam dijadwalkan mulai berlangsung pada 10 Zulhijah atau bertepatan dengan 27 Mei 2026. Lokasi pemotongan dilakukan di fasilitas pemotongan hewan yang telah beroperasi selama puluhan tahun di Mekkah. Untuk memastikan transparansi, proses ini disaksikan langsung oleh perwakilan dari Kementerian Haji dan Umrah serta tim Media Center Haji (MCH).
Adahi Project, sebagai mitra utama pemerintah, telah menyatakan kesanggupannya untuk memfasilitasi pengiriman daging tersebut ke Palestina. Daging hasil sembelihan akan diproses, dibekukan, dan dikemas dengan standar kesehatan internasional sebelum dikirim melalui koridor bantuan kemanusiaan resmi. Langkah ini tidak hanya memperluas manfaat ibadah jemaah haji Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi kemanusiaan di tingkat global.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), dalam sambutannya di Arafah, menegaskan bahwa selain bantuan fisik berupa daging, jemaah juga diajak untuk mendoakan keselamatan bagi bangsa Palestina. Hal ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan haji Indonesia kini semakin mengintegrasikan aspek ibadah ritual dengan kepedulian sosial yang nyata.













