nidaulquran.id-Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menerima kehadiran 12 pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (30/4/2025). Dalam pertemuan tersebut, seluruh pimpinan ormas Islam sepakat untuk mendorong pemerintah Indonesia mengambil peran aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina di level internasional.
Mengutip dari nu.or.id, diskusi yang berlangsung hangat ini dipandu langsung oleh KH Yahya atau yang akrab disapa Gus Yahya. Ia menegaskan bahwa perjuangan kemerdekaan Palestina tidak cukup dilakukan oleh individu atau lembaga, tetapi harus didorong secara resmi oleh negara. “Kelihatannya soal solusi itu tidak mungkin dikerjakan kecuali oleh negara sebagai aktor. Karena ini soal internasional, dan di ranah ini, negara adalah aktornya,” ujar Gus Yahya.
Menurutnya, hingga kini negara-negara dunia belum menjadikan isu Palestina sebagai prioritas pembahasan. Oleh karena itu, dibutuhkan dorongan besar dari Indonesia agar masalah Palestina kembali mendapatkan perhatian global. Salah satu langkah strategis adalah menjadikan isu Palestina sebagai agenda resmi dalam forum-forum internasional.
Gus Yahya juga mengungkapkan pengalamannya ketika bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dalam pertemuan tersebut, Netanyahu sempat menawarkan normalisasi hubungan Indonesia-Israel. Namun, Gus Yahya menegaskan bahwa tidak akan ada langkah normalisasi apa pun sebelum ada kejelasan solusi atas kemerdekaan Palestina. “Ini bukan hanya soal rakyat Palestina, tapi ada campur aduk kepentingan negara-negara lain, bahkan rakyat Palestina sendiri tidak bisa bertindak independen,” ujarnya.
Dukungan kepada sikap PBNU datang dari Ketua Umum Wahdah Islamiyah, KH Muhammad Zaitun Rasmin. Ia mengapresiasi komitmen PBNU yang konsisten menyuarakan isu Palestina dan berharap NU bisa memaksimalkan jejaringnya untuk memperkuat diplomasi kemanusiaan. “NU adalah representasi umat Islam, perjuangannya terhadap Palestina sudah panjang dan mendalam. Kami sangat berharap NU terus memimpin inisiatif ini,” katanya.
Pertemuan ini turut dihadiri para tokoh penting ormas Islam seperti KH Adian Husaini (Dewan Dakwah), KH Ahmad Kusyairi (IKADI), KH Bachtiar Nasir (AQL), KH Dede Nurhasanah (Majlis Syuro PUI), KH Embay Mulya Syarief (Mathla’ul Anwar), Prof Faisol Nasar Madi (Al-Irsyad), Ustadz Ibong Syahroesyah (Syarikat Islam), Masyhuril Khamis (Al-Wasliyah), Ir Muhammad Faisal (Persatuan Islam), Nashirul Haq Marling (Hidayatullah), dan Syarfi Hutauruk (Perti).
Koalisi lintas ormas ini menandai babak baru dalam diplomasi umat Islam Indonesia untuk mendorong kemerdekaan Palestina melalui pendekatan negara dan jalur-jalur resmi internasional.













