Beranda / Warta / Puncak Peringatan 100 Tahun Gontor: PMDG Serahkan Mushaf Al-Qur’an dan Buku kepada Presiden Prabowo

Puncak Peringatan 100 Tahun Gontor: PMDG Serahkan Mushaf Al-Qur’an dan Buku kepada Presiden Prabowo

100 Gontor

nidaulquran.id-Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menggelar rangkaian puncak peringatan usia satu abad atau 100 tahun berdirinya lembaga pendidikan Islam tersebut. Momentum bersejarah ini dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menerima cinderamata istimewa sekaligus menyampaikan penegasan mengenai arah strategis bangsa menuju kemandirian.

Dalam agenda kenegaraan dan kelembagaan ini, terdapat dua peristiwa penting yang menjadi sorotan utama, yakni penyerahan karya monumental dari PMDG kepada kepala negara serta penegasan komitmen pemerintah dalam membangun Indonesia yang berdikari.

Penyerahan Mushaf Al-Qur’an dan Buku ‘Gontor untuk Indonesia’

Sebagai bentuk apresiasi, penghormatan, dan penanda kontribusi perjalanan institusi selama seratus tahun bagi bangsa, pimpinan PMDG secara resmi menyerahkan Mushaf Al-Qur’an dan sebuah buku berjudul “Gontor untuk Indonesia” langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Buku “Gontor untuk Indonesia” tersebut merangkum dedikasi, rekam jejak, serta peran strategis para alumni dan pesantren Gontor dalam pembangunan sumber daya manusia, penguatan moralitas kebangsaan, dan pemikiran keislaman di Tanah Air sejak masa perjuangan hingga era modern. Penyerahan Mushaf Al-Qur’an melambangkan komitmen nilai religius dan spiritualitas yang senantiasa melandasi setiap gerak langkah pengabdian pesantren kepada negara dan masyarakat luas.

Komitmen Mewujudkan Indonesia yang Berdikari

Di hadapan para kiai, santri, guru, dan tamu kehormatan dalam peringatan puncak 100 tahun Gontor, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat kepemimpinannya untuk membawa bangsa menuju kemandirian penuh atau berdikari (berdiri di atas kaki sendiri).

Prabowo menggarisbawahi bahwa kemandirian bangsa mencakup berbagai sektor vital, mulai dari kedaulatan pangan, kemandirian energi, hingga pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berintegritas tinggi. Gagasan ini berkesesuaian dengan falsafah kemandirian yang selama puluhan tahun telah diterapkan di lingkungan pondok pesantren modern.

Sinergi Falsafah Kemandirian Pesantren dan Kedaulatan Negara

Konsep kemandirian yang digaungkan oleh Presiden Prabowo memiliki relevansi kuat dengan salah satu panca jiwa Pondok Modern Darussalam Gontor, yakni jiwa kemandirian (self-reliance). Sejak awal pendiriannya, Gontor konsisten mengedepankan prinsip berdiri di atas dan untuk semua golongan, tanpa bergantung pada pihak eksternal, guna menjaga objektivitas dan integritas pendidikan.

Nilai-nilai ketahanan mental, wawasan kebangsaan, serta etos kerja keras yang ditanamkan dalam tradisi pesantren dinilai menjadi modal penting bagi pembangunan nasional. Upaya mewujudkan Indonesia yang berdaya saing secara global dinilai memerlukan sinergi erat antara pemerintah dan lembaga pendidikan berbasis nilai moral keagamaan.

Refleksi Kiprah Satu Abad PMDG untuk Peradaban Bangsa

Puncak perayaan satu abad ini bukan sekadar seremoni kilas balik sejarah, melainkan momentum pembaruan komitmen PMDG dalam mencetak kader pemimpin umat dan bangsa untuk seratus tahun mendatang. Hubungan harmonis antara umara (pemimpin negara) dan ulama yang tecermin dalam silaturahmi ini menegaskan kembali peran strategis pesantren sebagai pilar penyangga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Melalui penyerahan Mushaf Al-Qur’an, rilis buku “Gontor untuk Indonesia”, serta arahan komitmen kedaulatan dari Presiden Prabowo, momentum 100 tahun PMDG menegaskan keselarasan cita-cita antara dunia pesantren dan visi besar negara dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkarakter mulia.

Tag: