nidaulquran.id-Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) tengah diselimuti suasana duka yang mendalam. Salah satu tokoh pimpinan terbaiknya, Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., dikabarkan telah berpulang ke rahmatullah pada hari Sabtu, 3 Januari 2026. Beliau menghembuskan napas terakhir pada pukul 12.14 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi, Solo, Jawa Tengah.
Kabar duka ini dikonfirmasi langsung melalui siaran pers resmi dari Sekretariat Pimpinan PMDG. Prof. Amal, yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor periode 2014–2020, wafat setelah menjalani perawatan intensif akibat komplikasi kesehatan yang dialaminya, termasuk gangguan batu ginjal dan kondisi pasca-operasi. Kepergian beliau menandai hilangnya sosok cendekiawan Muslim yang telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.
Sosok Pemimpin dan Penerus Perjuangan Gontor
Sebagai putra keempat dari salah satu Trimurti pendiri Gontor, KH Imam Zarkasyi, Prof. Amal Fathullah Zarkasyi memegang peran krusial dalam menjaga estafet kepemimpinan di pesantren modern tersebut. Beliau merupakan bagian dari kepemimpinan periode kelima PMDG bersama KH Hasan Abdullah Sahal dan KH Akrim Mariyat. Di bawah kepemimpinannya, Gontor terus mengalami transformasi signifikan, terutama dalam penguatan aspek akademis dan kelembagaan.
Salah satu warisan terbesar beliau adalah transformasi Institut Studi Islam Darussalam (ISID) menjadi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor pada tahun 2014. Sebagai rektor pertama universitas tersebut, Prof. Amal berhasil meletakkan fondasi kuat bagi pendidikan tinggi berbasis pesantren. Beliau dikenal sangat gigih dalam memperjuangkan standar akademik yang tinggi tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan yang menjadi jati diri Gontor.
Prof. Amal juga dikenal sebagai pejuang kesetaraan pendidikan. Beliau berperan aktif dalam menjalin kerja sama internasional, khususnya dengan institusi pendidikan di Timur Tengah seperti Universitas Al-Azhar, Mesir. Berkat upaya diplomasinya, ijazah lulusan Gontor mendapatkan pengakuan (muadalah) yang memungkinkan para santri melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi di berbagai universitas ternama dunia.
Kenangan sebagai Ulama Pembelajar Sejati
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. KH. Din Syamsuddin, yang juga memiliki hubungan kekerabatan dengan almarhum, mengenang Prof. Amal sebagai sosok “Ulama Pembelajar”. Menurut Prof Din Syamsuddin, etos keilmuan almarhum sangat luar biasa dan patut menjadi teladan bagi generasi muda Islam saat ini.
Kegigihan Prof. Amal dalam menuntut ilmu tercermin dari riwayat pendidikannya yang panjang. Setelah menyelesaikan pendidikan di Gontor dan IAIN Sunan Ampel Surabaya, beliau melanjutkan studi magister di Darul Ulum, Cairo University, Mesir, hingga meraih gelar Doktor dari Universiti Malaya, Malaysia. Semangat belajar ini tetap terjaga hingga beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar di bidang Ilmu Aqidah.
Selain di lingkungan Gontor, Prof. Amal juga memberikan kontribusi besar di tingkat nasional. Beliau menjadi salah satu tokoh kunci di balik lahirnya Undang-Undang Pesantren pada tahun 2018. Melalui kiprahnya di Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM), beliau berjuang agar sistem pendidikan pesantren mendapatkan pengakuan hukum yang setara dalam sistem pendidikan nasional Indonesia.
Prosesi Pemakaman dan Penghormatan Terakhir
Jenazah almarhum diberangkatkan dari Solo menuju Ponorogo pada Sabtu sore untuk disemayamkan di rumah keluarga besar PMDG. Ribuan santri, alumni, serta tokoh masyarakat turut hadir memberikan penghormatan terakhir. Berdasarkan informasi resmi, jenazah Prof. Amal Fathullah Zarkasyi dimakamkan pada hari Minggu, 4 Januari 2026, di kompleks pemakaman keluarga PMDG Gontor.
Kepergian beliau tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor, tetapi juga bagi dunia pendidikan Islam secara luas. Warisan berupa pemikiran, institusi pendidikan yang maju, serta semangat sebagai pembelajar sejati akan terus menjadi inspirasi bagi kemajuan umat di masa depan.












