Home / Warta / 51 Naskah Tafsir Terpilih, Muhammadiyah Targetkan Rampungkan 30 Juz Tafsir at-Tanwir

51 Naskah Tafsir Terpilih, Muhammadiyah Targetkan Rampungkan 30 Juz Tafsir at-Tanwir

nidaulquran.id-Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Konferensi Mufasir Muhammadiyah III pada Kamis–Sabtu, 28–30 Agustus, di Kulonprogo. Acara ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat penyusunan Tafsir at-Tanwir, karya besar Muhammadiyah yang ditargetkan selesai pada 2027, bertepatan dengan 100 tahun Majelis Tarjih dan Tajdid.

Mengutip dari muhammadiyah.or.id, dengan tema “Mewujudkan Tafsir at-Tanwir Muhammadiyah sebagai Landasan Gerak Pemikiran Tajdid yang Responsif dan Dinamis untuk Memajukan Indonesia dan Mencerahkan Semesta”, konferensi menghadirkan mufasir dari dalam dan luar negeri. Tujuannya memperkuat jejaring penafsir al-Qur’an sekaligus merumuskan tafsir yang kontekstual, moderat, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Menteri Agama Nazaruddin Umar yang hadir dalam agenda ini menekankan pentingnya memahami al-Qur’an secara transformatif, bukan sekadar tekstual. Ia mengkritik kecenderungan sebagian umat yang hanya fokus pada fikih tetapi abai terhadap usul fikih. “Mereka ibarat memanjat pohon tapi berpegangan pada ranting rapuh, bukan batang yang kokoh,” ujarnya.

Senada, Din Syamsuddin dalam materi bertajuk “Manhaj Tafsir al-Qur’an Transformatif” menekankan perlunya metode tafsir yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa mengabaikan keaslian pesan al-Qur’an.

Pada Jumat, 29 Agustus, konferensi menggelar Lokakarya Penulisan Tafsir bersama Syamsul Anwar, Hamim Ilyas, dan Ustadi Hamsah. Dilanjutkan sesi paralel yang memberi ruang peserta mempresentasikan sekaligus menyempurnakan naskah tafsir mereka dengan masukan pakar. Dari 89 naskah yang masuk, 51 terpilih untuk diuji dan disempurnakan.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Hamim Ilyas menyebut forum ini sebagai sarana seleksi mufasir sekaligus penguatan kapasitas. “Konferensi ini bertujuan menjaring penulis Tafsir at-Tanwir yang kompeten, serta menyusun strategi penulisan 30 juz secara sistematis,” jelasnya.

Peserta terdiri atas pimpinan Majelis Tarjih, mufasir Muhammadiyah, dan penulis terpilih. Diharapkan, forum ini melahirkan jejaring mufasir yang solid, memperbanyak penulis kompeten, dan menyiapkan penyelesaian juz 25–30.

Konferensi akan ditutup Sabtu, 30 Agustus, dengan rapat pleno yang merangkum hasil diskusi sekaligus merumuskan tindak lanjut penyusunan Tafsir at-Tanwir.

Acara ini menjadi tonggak penting bagi Muhammadiyah untuk memastikan lahirnya tafsir al-Qur’an yang relevan, moderat, dan menjawab kebutuhan umat di tengah perubahan zaman.

Tag: