nidaulquran.id–Sebanyak 32 santri Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Ibnu Abbas Klaten dari jenjang SMA dan Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) resmi mengakhiri masa pengabdian mereka sebagai dai di Majasem, Klaten, Jawa Tengah. Momen perpisahan tersebut berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026, dan dihadiri oleh perwakilan Prozis Ibnu Abbas serta Masjid Majasem.
Acara ini menjadi penutup rangkaian program pengabdian dai santri PPTQ Ibnu Abbas Klaten yang selama beberapa waktu menjalankan aktivitas dakwah, pembinaan keislaman, serta pendampingan masyarakat di lingkungan Kampung Majasem.
Dalam suasana penuh kehangatan dan rasa syukur, apresiasi disampiakn atas kontribusi para santri yang telah aktif menghidupkan kegiatan keagamaan di masjid dan lingkungan sekitar. Pengabdian tersebut dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana pembelajaran langsung bagi para santri dalam mengamalkan ilmu yang diperoleh di pesantren.
Sebagai bentuk penghargaan, Prozis Ibnu Abbas turut memberikan apresiasi kepada seluruh santri yang telah menuntaskan amanah dakwah selama masa pengabdian. Apresiasi tersebut menjadi ungkapan terima kasih atas kesungguhan, dedikasi, dan semangat para santri dalam melayani umat melalui dakwah di tengah masyarakat.
Perwakilan Prozis Ibnu Abbas, Ustaz Tri Mulyono, hadir dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan harapan agar pengalaman pengabdian ini menjadi bekal berharga bagi para santri untuk terus berdakwah dan memberikan manfaat di mana pun mereka berada.
Sementara itu, mewakili masyarakat Majasem, Ustaz Rahmat Zubair menyampaikan rasa terima kasih kepada PPTQ Ibnu Abbas Klaten dan seluruh santri atas kebersamaan yang telah terjalin selama program berlangsung. Ia berharap hubungan baik antara pesantren dan masyarakat tetap terjaga serta program pengabdian semacam ini dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang.
Program pengabdian dai santri merupakan salah satu ikhtiar PPTQ Ibnu Abbas Klaten dalam membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki hafalan Al-Qur’an dan bekal ilmu syar’i, tetapi juga mampu mengimplementasikan dakwah secara langsung di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, santri belajar membangun komunikasi, membina jamaah, serta menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Prozis Ibnu Abbas juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kampung Majasem yang telah menerima, mendampingi, dan memberikan ruang bagi para santri untuk menjalankan amanah dakwah selama masa pengabdian. Sinergi antara pesantren dan masyarakat diharapkan terus melahirkan manfaat serta memperkuat pembinaan umat di berbagai daerah.













