Beranda / Warta / Atasi Kemarau Panjang, Ratusan Warga di Palu dan Makassar Gelar Sholat Istisqa

Atasi Kemarau Panjang, Ratusan Warga di Palu dan Makassar Gelar Sholat Istisqa

nidaulquran.id-Musim kemarau panjang yang disertai fenomena El Nino tengah melanda berbagai wilayah di Indonesia, memicu ancaman kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan doa bersama, ratusan warga di dua kota besar di Pulau Sulawesi, yakni Palu dan Makassar, secara serentak melaksanakan Sholat Istisqa atau sholat memohon hujan pada Sabtu (5/9/2026).

Pelaksanaan Sholat Istisqa di kedua kota ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Kegiatan ibadah ini digelar secara terbuka di lapangan dan halaman masjid guna memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Pelaksanaan Sholat Istisqa di Kota Palu

Di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), ratusan warga bersama Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, melaksanakan Sholat Istisqa di Lapangan Vatulemo. Pelaksanaan sholat ini ditujukan untuk memohon diturunkannya hujan guna mengatasi dampak fenomena El Nino yang melanda wilayah tersebut.

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menyampaikan bahwa ibadah ini merupakan bentuk doa dan ikhtiar spiritual masyarakat Palu di tengah situasi sulit. Menurut Hadianto, musim kemarau panjang ini tidak hanya dirasakan di Kota Palu, melainkan juga melanda berbagai daerah lain di Indonesia. Bahkan, kondisi kekeringan yang sudah terjadi beberapa bulan terakhir telah menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam pelaksanaan ibadah tersebut, khatib bersama imam yang memimpin jalannya sholat turut mengingatkan para jamaah untuk senantiasa berdoa dan memohon ampunan agar Kota Palu serta wilayah sekitarnya segera diberikan berkah berupa hujan.

Pelaksanaan Sholat Istisqa di Kota Makassar

Sementara itu, di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, kegiatan serupa juga dilangsungkan di halaman Masjid Al Markaz Al-Islami. Ratusan warga bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan jajaran pemerintah kota melaksanakan Sholat Istisqa dengan khidmat pada hari yang sama.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa kehadiran masyarakat dan jajaran pemerintah pada pagi hari tersebut merupakan manifestasi dari penghambaan kepada Allah SWT. Munafri menyebut ibadah ini sebagai ikhtiar bersama untuk memohon diturunkannya hujan di tengah musim kemarau panjang yang melanda Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan tersebut.

Ibadah Sholat Istisqa di Makassar ini dipimpin oleh Hasan Basri selaku imam, sedangkan khotbah disampaikan oleh Imam Besar Masjid Al Markaz Al-Islami, Muammar Bakry, yang bertindak sebagai khatib.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Wakil Bupati Soppeng Lutfi Halide, Kabintaljarahdam XIV/Hasanuddin Kolonel (Inf) Nofid Arifin, serta para kepala lembaga dan instansi vertikal lainnya. Munafri menambahkan bahwa pelaksanaan sholat ini merupakan bentuk kepasrahan manusia sekaligus ikhtiar spiritual dalam menghadapi kondisi kekeringan ekstrem saat ini.

Dampak Kemarau Panjang di Sulawesi

Kondisi kekeringan yang terjadi akibat kemarau panjang ini telah menimbulkan dampak nyata di lapangan. Di Provinsi Sulawesi Tengah, kekeringan yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir dilaporkan telah memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah kabupaten dan kota.

Melalui pelaksanaan Sholat Istisqa ini, baik pemerintah maupun masyarakat di Palu dan Makassar berharap kondisi alam dapat segera membaik dengan turunnya hujan, sehingga ancaman kekeringan, krisis air bersih, serta potensi kebakaran lahan dapat segera teratasi secara menyeluruh.

Tag: