nidaulquran.id-Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali membuka peluang pendidikan kelas dunia bagi generasi mudanya dengan menghadirkan program beasiswa S1 ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Program ini merupakan hasil konkret dari silaturahmi kebudayaan antara Grand Syaikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad At-Thoyyib, dan pimpinan Muhammadiyah pada Juli 2024.
Sebanyak 10 kuota beasiswa khusus diberikan langsung oleh Grand Syaikh Al-Azhar sebagai bentuk kepercayaan terhadap komitmen intelektual dan spiritual kader Muhammadiyah. Untuk memastikan transparansi dan inklusivitas, proses seleksi diselenggarakan secara daring tanpa dipungut biaya, bekerja sama dengan PCIM Mesir.
Program ini terbuka untuk dua rumpun keilmuan: studi Adaby (agama) dan Ilmy (sains). Namun, lebih dari sekadar kemampuan akademis, Muhammadiyah menekankan pentingnya integritas, komitmen dakwah, serta kesanggupan berperan aktif dalam membangun peradaban Islam melalui pendidikan.
Seleksi berlangsung dalam tiga tahap ketat: administrasi (20–24 Juli), ujian tulis daring (25 Juli), dan wawancara (28 Juli). Materi ujian mencakup Bahasa Arab (nahwu, shorf, balaghoh), pengetahuan dasar Islam, hafalan Al-Qur’an, serta kemampuan membaca dan memahami kitab klasik.
Calon penerima beasiswa harus memenuhi sejumlah kriteria penting, termasuk keanggotaan Muhammadiyah, nilai akademis minimal 80, usia maksimal 25 tahun, serta kemampuan bahasa Arab yang baik. Rekomendasi dari pimpinan daerah dan kesiapan mengabdi di pesantren Muhammadiyah pasca-studi menjadi syarat tambahan.
Kesempatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Muhammadiyah dalam membentuk kader-kader unggul berwawasan global, yang tidak hanya unggul secara keilmuan tetapi juga siap mengabdi dan mengembangkan pesantren sebagai pusat pendidikan Islam berkemajuan.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui https://shorturl.at/L5VJM hingga 28 Juli 2025. Informasi lebih lanjut tersedia melalui kontak resmi yang disediakan. Bagi para kader muda Muhammadiyah, inilah saat yang tepat untuk meretas jalan menjadi ulama-intelektual kelas dunia.













