nidaulquran.id-Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Islam (PERSIS) melalui Ketua Bidang Dakwah, Ustadz Drs. H. Uus Muhammad Ruhiyat, menggelar Jaulah Dakwah dengan Tablig Akbar di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin, 28 April 2025. Acara ini berlangsung di Pesantren Al-Qolam, Desa Nampar Sepang, Manggarai Timur, dengan dukungan dari beberapa tokoh penting PERSIS, seperti Dr. H. Deni Solehudin, H. Dedi Setiadi, dan Dr. Yusup Tajri.
Mengutip dari website persis.or.id, tablig Akbar ini disambut hangat oleh masyarakat dan aparat setempat. Ketua Panitia, Pa Asjudin, S.Pd., mengucapkan terima kasih atas kehadiran rombongan PERSIS serta memohon maaf bila terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan. Kepala Desa Nampar Sepang, Ali Wardana, S.IP., juga mengapresiasi acara tersebut, terlebih karena ini merupakan kegiatan dakwah perdana di masa jabatannya.
Acara yang dipandu oleh Ustadz Solehudin semakin bermakna ketika Ustadz Jemain Utsman, S.Ag., mengumumkan rencana pembentukan Pimpinan Daerah (PD) PERSIS di Manggarai Timur. Inisiatif ini bertujuan memperkuat dakwah Islamiyah di wilayah NTT yang sebelumnya belum banyak tersentuh oleh gerakan dakwah PERSIS.
Dalam ceramahnya, Ustadz Uus mengajak jamaah mensyukuri nikmat di Manggarai Timur dan menjelaskan kontribusi PERSIS dalam sejarah nasional. Ia menegaskan bahwa Dr. Muhammad Natsir, pencetus Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang menggantikan Republik Indonesia Serikat (RIS), merupakan kader PERSIS. “Adanya daerah yang belum merasakan kehadiran Persis adalah utang moral kami kepada Bapak Muhammad Natsir,” ujar Ustadz Uus.
Selanjutnya, beliau mengupas pentingnya berpegang pada Al-Qur’an dan As-Sunnah untuk meraih kemuliaan hidup di dunia dan akhirat. Ceramah yang berlangsung lebih dari satu jam ini disampaikan dengan dalil kuat dan gaya bahasa yang komunikatif, membuat suasana menjadi hidup, hangat, bahkan sesekali mengundang tawa jamaah.
Sesi tanya jawab yang dibuka setelah ceramah menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta. Pertanyaan yang diajukan pun beragam, mulai dari seputar akidah, ibadah, muamalah, hingga persoalan kekinian seperti isu internasional dan perkembangan dunia digital. Semua dijawab dengan lugas oleh Ustadz Uus.
Di akhir acara, seorang peserta mengusulkan agar ke depan Tablig Akbar bisa digelar di lapangan kecamatan agar dakwah menjangkau lebih banyak kalangan. Ustadz Uus pun menanggapinya dengan senyum, “Saya belum pulang sudah diminta datang lagi,” tuturnya sambil menutup malam yang penuh semangat dan harapan bagi dakwah Islam di NTT.













