Beranda / Warta / Ustadz Fahmi Salim: Serangan Retorika Tak Akan Hentikan Bom Israel di Gaza

Ustadz Fahmi Salim: Serangan Retorika Tak Akan Hentikan Bom Israel di Gaza

nidaulquran.id-KTT Darurat Arab-Islam yang digelar di Doha pada 14–15 September 2025 menghadirkan hampir 60 negara Arab dan Islam. Forum ini mengutuk agresi Israel dan merumuskan sejumlah opsi mulai dari jalur hukum internasional, sanksi ekonomi, hingga pembentukan aliansi pertahanan regional.

Namun, Direktur Baitul Maqdis Institute, Ustadz Fahmi Salim, menilai ada keraguan besar apakah keputusan tersebut benar-benar akan diwujudkan. “Viral ungkapan sarkastis: KTT Doha meluncurkan serangan retorika, sementara Israel membalas dengan serangan militer mematikan yang meningkat di Gaza,” ujarnya kepada Republika, Rabu, 17 September 2025.

Menurut Fahmi, hal ini menimbulkan pertanyaan penting: apakah forum itu memenuhi harapan umat Islam atau hanya menambah daftar panjang komunike diplomasi tanpa tindak lanjut nyata.

Salah satu momen paling menggetarkan adalah pidato singkat Presiden Suriah, Ahmed al-Syara, yang hanya berdurasi 64 detik. Ia mengutip syair klasik: “Jika engkau memadukan hati yang cerdas, pedang yang tajam, dan kehormatan yang membara, maka kezaliman akan menjauh darimu.”

Bagi Fahmi, pesan itu jelas: kurangi kata-kata, perbanyak tindakan. Dengan menyebut Gaza dan Suriah dalam satu napas, al-Syara menegaskan bahwa agresi Israel adalah bagian dari pola kolonialisme regional, bukan isu terpisah.

“Pidato itu ringkas, politis sekaligus spiritual. Ucapan sedikit, makna dalam, dan tuntutan nyata. Saya putar berulang kali karena mewakili suara hati umat,” kata Fahmi.

KTT Doha mungkin menjadi momentum penting, tetapi publik kini menunggu apakah retorika bisa berubah menjadi langkah konkret.

Tag: