nidaulquran.id-Rumah Zakat mengajak masyarakat untuk tidak berhenti menyuarakan kemerdekaan Palestina, di tengah pemberitaan mengenai isu tersebut yang mulai menurun di media massa. Ajakan ini disampaikan melalui pertemuan koalisi masyarakat sipil lintas negara, Asia Pacific Coalition for Quds and Palestine (APCQP), yang difasilitasi Rumah Zakat di Gedung Kolaborasi Kenaikan, Kota Bandung, Jumat (18/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas agenda ke depan dan dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, dosen, peneliti, komunitas, mahasiswa, hingga perwakilan media massa dari berbagai sektor.
Forum Lintas Kalangan untuk Kemerdekaan Palestina
CEO Rumah Zakat sekaligus Eksekutif Direktur Headquarter APCQP, Irvan Nugraha, menjelaskan bahwa pertemuan ini mempertemukan tokoh, lembaga ormas Islam, komunitas, kalangan profesi, mahasiswa, dan masyarakat umum dalam satu upaya bersama mendukung kemerdekaan Palestina. Ia menegaskan tema yang diangkat kali ini adalah suara Indonesia untuk perdamaian dunia sekaligus kemerdekaan Palestina.
Irvan menyampaikan bahwa forum semacam ini akan terus diselenggarakan di berbagai wilayah Indonesia, dengan harapan dapat mempercepat perjuangan kemerdekaan Palestina. Ia menargetkan kehadiran forum ini di berbagai kota di Indonesia sekaligus memperluas jejaring ke negara-negara lain.
APCQP, Wadah Kolaborasi Peduli Palestina se-Asia Pasifik
APCQP sendiri merupakan koalisi masyarakat sipil lintas negara di kawasan Asia-Pasifik yang berperan menghubungkan berbagai pihak yang peduli terhadap Palestina, mulai dari sektor penelitian, pendidikan, advokasi, bantuan kemanusiaan, seni budaya, hingga olahraga. Koalisi ini menjadi wadah kolaborasi bagi organisasi kemasyarakatan, lembaga filantropi, kampus, kalangan kepemudaan, dan elemen masyarakat sipil lain di kawasan Asia-Pasifik untuk mendukung kemerdekaan Palestina serta perlindungan terhadap Al-Quds sebagai kota suci.
Ajakan agar Masyarakat Tidak Diam
Dewan Pengawas Rumah Zakat, Nur Efendi, menegaskan bahwa forum-forum semacam ini digelar untuk memastikan kepedulian terhadap Palestina terus disuarakan secara berkelanjutan, bukan hanya pada saat Palestina sedang mengalami krisis. Ia mengingatkan bahwa isu Palestina belakangan ini cenderung menurun perhatiannya, sehingga semua pihak perlu terus mendorong penyuaraan kepedulian dan kemerdekaan Palestina.
Dari hasil pertemuan tersebut, disepakati bahwa gerakan mendukung Palestina perlu terus digaungkan dari berbagai lini, mulai dari jalur diplomasi pemerintah, narasi media, hingga peran para pegiat media sosial dan influencer dalam menyebarkan kepedulian tersebut.
Selain itu, forum ini juga mendorong penguatan ekosistem kepedulian terhadap Palestina agar kekuatan dari berbagai pihak dapat saling melengkapi. Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti di Indonesia atau Jawa Barat saja, melainkan meluas ke seluruh kawasan Asia Pasifik agar upaya menyuarakan kepedulian dan kemerdekaan Palestina semakin kuat.
Nur Efendi berharap forum semacam ini terus berjalan secara konsisten, literasi tentang Palestina terus disebarluaskan, dan gerakan kepedulian terhadap Palestina terus digaungkan tanpa henti.













