Beranda / Warta / Tabligh Akbar Solo Wujudkan Sinergi Ulama–Umara dalam Isu Palestina

Tabligh Akbar Solo Wujudkan Sinergi Ulama–Umara dalam Isu Palestina

nidaulquran.id-Ribuan umat Muslim Soloraya menghadiri Tabligh Akbar Solidaritas Solo untuk Palestina yang berlangsung di kawasan Masjid Agung Surakarta dan Alun-Alun Utara pada Ahad (30/11/2025). Gelaran ini tidak hanya menjadi ajang keagamaan, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kesadaran publik terhadap diplomasi kemanusiaan global. Kegiatan ini digagas oleh PD IKADI Solo bersama Takmir Masjid Agung, DSKS, IPHI, serta Pemkot Solo, menunjukkan bahwa isu Palestina telah menjadi agenda kolektif masyarakat akar rumput di Indonesia.

Berbeda dari agenda serupa di masa lalu, gelaran tahun ini memperlihatkan dinamika baru: konsolidasi publik lintas ormas dan pemerintah daerah sebagai bentuk artikulasi politik moral masyarakat terhadap isu global. Hadirnya Wali Kota Solo Respati Ardi, para ulama seperti KH Syihabudin, KH Muhammad Hali, KH Abu Bakar Ba’asyir, serta Ketua MUI Solo Imam Suhadi mempertegas bahwa dukungan terhadap Palestina kini menjadi ruang pertemuan antara otoritas agama dan otoritas pemerintahan lokal.

Ustadz Abdul Somad (UAS), sebagai penceramah utama, menyerukan persatuan lintas ormas dan pentingnya keadilan pemimpin dalam menjaga keberpihakan pada isu kemanusiaan global. Menurutnya, keterpaduan antara ulama dan pemimpin daerah dapat menjadi model konsolidasi sosial-interaktif yang dibutuhkan untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan.

“Jika pemimpin adil dan ulama amanah, umat Islam mudah bersatu,” ujarnya. UAS menilai bahwa momentum tabligh akbar ini bisa menjadi contoh sinergi Ulama–Umara di tingkat lokal dalam isu kemanusiaan internasional.

Ia menegaskan bahwa isu Palestina bukan hanya urusan umat Islam, tetapi isu universal. “Untuk membela Palestina cukup menjadi manusia,” katanya sambil mengutip amanat Pembukaan UUD 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk kemerdekaan Palestina dan pembebasan Masjidil Aqsha. Pada penghujung kegiatan, panitia menggelar lelang donasi, termasuk sebuah motor custom yang dibuka dengan harga Rp13 juta. Antusiasme umat untuk berdonasi menunjukkan besarnya solidaritas publik yang tergerak melalui aksi keagamaan dan sosial ini.

Gelaran ini memperlihatkan bahwa konsolidasi umat, sinergi pemerintah daerah, dan kekuatan mobilisasi publik dapat menjadi model baru dalam menguatkan isu kemanusiaan lintas negara—sebuah langkah kecil namun bermakna dari Kota Solo untuk dunia.

Tag: