nidaulquran.id-Mahad Aly Darul Ulum Jombang kembali menegaskan posisinya sebagai pusat keunggulan studi Al-Qur’an di Indonesia dengan menyelenggarakan agenda besar bertajuk Gebyar Ilmiah. Acara yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026 ini mencakup dua agenda utama, yakni peluncuran (launching) kitab Kunuzur Rahman serta dimulainya program Bulan Kajian Kitab Ulumul Qur’an Nusantara.
Sebagaimana rilis resmi dari Mahad Aly Darul Ulum, langkah ini merupakan kelanjutan dari komitmen institusi dalam menghidupkan tradisi intelektual pesantren dan melestarikan pemikiran ulama lokal.
Peluncuran Kitab Kunuzur Rahman: Landmark Intelektual Baru
Salah satu sorotan utama dalam Gebyar Ilmiah ini adalah peluncuran kitab Kunuzur Rahman. Kitab ini merupakan karya yang lahir dari rahim akademik Mahad Aly Darul Ulum, yang dirancang untuk memperkaya khazanah literasi Islam, khususnya dalam bidang studi Al-Qur’an. Kehadiran kitab ini diharapkan tidak hanya menjadi koleksi perpustakaan, tetapi juga menjadi rujukan ilmiah bagi para mahasantri dan akademisi dalam memahami kedalaman makna ayat-ayat suci.
Launching ini direncanakan sebagai bentuk apresiasi terhadap karya tulis ilmiah yang diproduksi oleh lingkungan pesantren. Hal ini sejalan dengan visi Mahad Aly untuk mencetak lulusan yang tidak hanya ahli dalam penguasaan kitab kuning secara tekstual, tetapi juga mampu memproduksi karya tulis yang relevan dengan perkembangan zaman.
Bulan Kajian Kitab Ulumul Qur’an Nusantara
Selain peluncuran kitab, Mahad Aly Darul Ulum juga menginisiasi program Bulan Kajian Kitab Ulumul Qur’an Nusantara. Program ini merupakan seri kajian mendalam yang memfokuskan diri pada karya-karya ulama asal Nusantara yang membahas tentang ilmu-ilmu Al-Qur’an. Fokus pada aspek ‘Nusantara’ diambil untuk menunjukkan bahwa Indonesia memiliki akar tradisi tafsir dan ulumul Qur’an yang sangat kuat dan khas.
Kajian ini bertujuan untuk menghadirkan kembali relevansi pemikiran ulama-ulama terdahulu dalam konteks keindonesiaan saat ini. Dengan membedah karya orisinal para ulama lokal, mahasantri diajak untuk memahami bagaimana nilai-nilai universal Al-Qur’an diinternalisasi dan diekspresikan melalui kearifan lokal di wilayah Nusantara.
Kelanjutan Kesuksesan Pekan Tafsir Nusantara
Agenda Gebyar Ilmiah ini merupakan langkah berkesinambungan setelah kesuksesan program sebelumnya, yaitu Pekan Tafsir Nusantara. Pada agenda terdahulu, Mahad Aly Darul Ulum berhasil menghadirkan mufasir kenamaan Indonesia seperti Dr. KH. M. Afifuddin Dimyathi (Gus Awis), KH. Shodiq Hamzah Usman, dan KH. Thaifur Ali Wafa untuk membedah karya-karya monumental mereka.
Keberhasilan program sebelumnya menunjukkan tingginya minat masyarakat akademik terhadap kajian tafsir yang berbasis pada karya ulama dalam negeri. Oleh karena itu, Bulan Kajian Kitab Ulumul Qur’an Nusantara hadir untuk memperluas cakupan pembahasan, tidak hanya pada aspek tafsir tetapi juga pada metodologi dan sejarah perkembangan ilmu Al-Qur’an di tanah air.
Memperkuat Ekosistem Akademik di Pesantren
Penyelenggaraan Gebyar Ilmiah ini juga bertujuan untuk memperkuat ekosistem akademik di lingkungan Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. Sebagai institusi Takhasus Al-Qur’an wa Ulumuhu, Mahad Aly berupaya menciptakan suasana ilmiah yang dinamis di mana dialog antara teks klasik dan realitas kontemporer terus terjalin.
Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul inspirasi bagi generasi muda santri untuk terus berkarya dan melakukan riset-riset mendalam terkait studi Islam. Tradisi literasi yang kuat diharapkan mampu membentengi mahasantri dari pemahaman yang dangkal dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan Islam di Indonesia.











