Pertanyaan:
Assalamualaikum, saya mau memulai mendidik anak dengan panduan yang jelas sesuai islam, sekarang ini buta arah..
(Hasmiyati, Pekanbaru)
Jawaban:
Waalaikumsalam warahmatullah. Wallohuta’ala ‘alamu bilhaqqi wasshowab.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ مِنْ أَطْيَبِ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ وَوَلَدُهُ مِنْ كَسْبِهِ
“Sesungguhnya yang paling baik dari makanan seseorang adalah hasil jerih payahnya sendiri. Dan anak merupakan hasil jerih payah orang tua.” (HR. Abu Daud)
Dari hadits diatas, bismillah coba kita mengambil faidah, sekaligus sebagai jawaban atas pertanyaan ini.
Diantara upaya orang tua untuk memulai mendidik anak dengan panduan Islam adalah
1. Berdoa.
Karena tanpa doa akan susah mendapatkan/ mewujudkan anak kita menjadi Soleh. keshalihan akan didapatkan dengan taufik dan petunjuk dari Allah.
مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي وَمَنْ يُضْلِلْ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’rof : 178).
Dan hidayah Taufiq ada di tangan Alloh, maka kita harus selalu berdoa agar diberikan anak Sholih, sebagaimana para nabi berdoa.
Doa Nabi Ibrahim ‘alaihis salam,
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh”. (QS. Ash Shaffaat: 100).
Doa Nabi Zakariya ‘alaihis salaam,
رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
“Robbi hab lii min ladunka dzurriyyatan thoyyibatan, innaka samii’ud du’aa’” [Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mengdengar doa] (QS. Ali Imron: 38).
Doa ‘Ibadurrahman (hamba Allah yang beriman),
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Robbanaa hab lanaa min azwajinaa wa dzurriyatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa” [Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa]. (QS. Al-Furqan: 74)
Itulah contoh-contoh doa ma’tsur yang telah dilafadzkan oleh para nabi dan termaktub dalam Al-Qur’an. kita meminta pada Allah agar dikaruniai anak yang Soleh dengan cara yang telah dicontohkan oleh para nabi, yaitu senantiasa berdoa memohon pada Allah Ar-Raaziq
2. Perbaiki Diri
Sebagai orang tua hendaknya memperbaiki diri terlebih dahulu, kalau ingin anaknya soleh maka orang tua harus soleh terlebih dahulu.
Umar bin ‘Abdil ‘Aziz pernah mengatakan,
مَا مِنْ مُؤْمِنٍ يَمُوْتُ إِلاَّ حَفِظَهُ اللهُ فِي عَقِبِهِ وَعَقِبِ عَقِبِهِ
“Setiap mukmin yang meninggal dunia (di mana ia terus memperhatikan kewajiban pada Allah), maka Allah akan senantiasa menjaga anak dan keturunannya setelah itu.” (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1: 467)
3. Tumbuhkan Kesadaran
Sadar bahwa pendidikan agama untuk anak adalah sebuah keharusan Untuk diberikan sejak usia dini.
sebagaimana disebutkan dalam ayat,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6). Disebutkan dalam Tafsir Ibnu Katsir bahwa sahabat ‘Ali Rodiyallohu’anhu mengatakan bahwa yang dimaksud ayat ini adalah,
أَدِّبُوْهُمْ وَعَلِّمُوْهُمْ
“Ajarilah adab dan agama pada mereka.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun juga bersabda,
مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِى الْمَضَاجِعِ
“Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berumur 7 tahun. Pukul mereka jika tidak mengerjakannya ketika mereka berumur 10 tahun. Pisahkanlah tempat-tempat tidur mereka.”
4. Berikan Makanan Halal
Asupan makanan yang halal juga merupakan sarana untuk menjadikannya anak menjadi shaleh atau shalehah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada Sa’ad,
أطب مطعمك تكن مستجاب الدعوة
“Perbaikilah makananmu, maka do’amu akan mustajab.” (HR. Thobroni)
Jika kita mungkin mendapati anak kita masih nakal, koreksilah makanan kita. Karena Sesungguhnya yang baik tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan.
Itulah beberapa upaya untuk memulai mewujudkan anak anak yang menjadi penyejuk mata orang tuanya.
والله أعلم بالحق والصواب









