Beranda / Warta / Jusuf Kalla Resmikan Masjid As-Sholihin di Yokohama: Pusat Syiar dan Silaturahmi Diaspora Indonesia

Jusuf Kalla Resmikan Masjid As-Sholihin di Yokohama: Pusat Syiar dan Silaturahmi Diaspora Indonesia

nidaulquran.id-Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang juga mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia sekaligus, Muhammad Jusuf Kalla, secara resmi meresmikan Masjid As-Sholihin di Yokohama, Jepang, pada Jumat, 10 April 2026.

Peresmian ini menjadi tonggak sejarah penting bagi komunitas Muslim Indonesia di Jepang, mengingat masjid ini merupakan masjid Indonesia pertama yang berdiri di kota pelabuhan tersebut. Acara peresmian ini turut dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Jepang dan Federasi Mikronesia, Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir, serta tokoh masyarakat dan perwakilan komunitas Muslim setempat.

Baca juga: Hakikat Islam: Antara Kepasrahan Bahasa dan Ketundukan Syariat

Simbol Persatuan dan Gotong Royong Global

Masjid As-Sholihin Yokohama tidak sekadar berdiri sebagai bangunan fisik, melainkan merupakan simbol kerja keras dan semangat gotong royong diaspora Indonesia. Pembangunan masjid ini memakan waktu lebih dari tiga tahun dan merupakan hasil kolaborasi antara komunitas Muslim Indonesia Yokohama (KMIY) dengan berbagai lembaga, termasuk Cinta Quran Foundation.

Kehadiran masjid ini menjawab penantian panjang umat Islam di Yokohama yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan tempat ibadah yang representatif.

Berdiri di atas lahan seluas 397 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 650 meter persegi, masjid tiga lantai ini dirancang untuk menjadi pusat kegiatan yang komprehensif. Dengan kapasitas yang mampu menampung lebih dari 600 jamaah, Masjid As-Sholihin dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang modern.

Beberapa fasilitas utama yang tersedia meliputi ruang shalat utama yang luas, kantor pengelola, Baitul Maal untuk pengelolaan dana umat, serta Halal Mart yang menyediakan kebutuhan produk halal bagi warga sekitar. Selain itu, terdapat ruang kajian Islam yang diperuntukkan bagi pembinaan mualaf dan pendidikan agama bagi anak-anak diaspora Indonesia di Jepang.

Direktur Masjid As-Sholihin Yokohama, Arief Junaidi, menyatakan bahwa dana pembangunan masjid ini berasal dari wakaf lebih dari satu juta orang dari berbagai belahan dunia, menunjukkan kekuatan solidaritas umat yang luar biasa.

Pesan Jusuf Kalla: Membangun Akhlak Melalui Masjid

Mengutip dari website resmi Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla memberikan pesan bahwa fungsi masjid harus melampaui sekadar tempat ibadah ritual. Beliau mengingatkan agar masjid menjadi pusat pembinaan akhlak dan wadah silaturahmi yang mempererat kohesi sosial di perantauan. Menurut JK, keberadaan masjid di luar negeri harus mampu mencerminkan nilai-nilai luhur Islam yang damai.

Salah satu poin menarik dalam pidato Jusuf Kalla adalah ajakannya kepada warga negara Indonesia (WNI) di Jepang untuk mengambil pelajaran dari nilai-nilai positif masyarakat lokal. Ia menyoroti budaya disiplin, kebersihan, ketertiban, dan rasa hormat yang tinggi di Jepang sebagai hal yang sangat sejalan dengan ajaran Islam dalam praktik keseharian.

Ia berharap para diaspora dapat menyerap nilai-nilai tersebut sebagai bekal karakter saat mereka kembali ke tanah air kelak, sehingga masjid tidak hanya menjadi tempat sujud, tetapi juga sekolah kehidupan.

Baca juga: Ketua Umum MUI: Persatuan Indonesia Dimulai dari Ukhuwah Islamiyah

Diplomasi Religi dan Islam Rahmatan Lil Alamin

Duta Besar Nurmala Kartini Sjahrir dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan apresiasi mendalam atas berdirinya masjid ini. Ia memandang Masjid As-Sholihin sebagai representasi wajah Islam Indonesia yang moderat (Wasathiyah) dan toleran di mata masyarakat internasional, khususnya di Jepang. Masjid ini diharapkan menjadi jembatan diplomasi budaya yang memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang.

Dengan lokasinya yang strategis di kawasan Wakabadai, masjid ini diproyeksikan menjadi mercusuar dakwah yang inklusif. Tidak hanya bagi warga Indonesia, masjid ini terbuka bagi komunitas Muslim internasional lainnya serta warga lokal Jepang yang ingin mengenal Islam lebih dekat.

Peresmian ini menandai komitmen diaspora Indonesia untuk terus berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar sambil tetap menjaga identitas keagamaan mereka di tengah kemajemukan budaya global.

Tag: