nidaulquran.id-Di tengah meningkatnya ketegangan sosial usai tewasnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan dalam aksi demonstrasi di Jakarta, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf bersama pimpinan 15 ormas Islam bertemu Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Sabtu, 30 Agustus 2025. Pertemuan berlangsung selama tiga jam dan menghasilkan seruan bersama untuk menenangkan situasi.
Gus Yahya menekankan pentingnya menahan diri agar peristiwa tersebut tidak menimbulkan gejolak yang lebih besar. “Alhamdulillah, sore ini kami berdialog dari hati ke hati dengan Bapak Presiden. Kami sepakat mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi, agar bangsa ini menghadapi tantangan dengan kepala dingin,” ujarnya.
Ia menambahkan, ormas Islam siap bekerja sama dengan pemerintah untuk mencari solusi yang damai. “Insya Allah, bersama Presiden dan pimpinan umat, kita bisa mengatasi segala tantangan dengan cara yang bermartabat,” katanya.
Pertemuan ini juga dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Hidayatullah, Al Irsyad, Persatuan Islam (Persis), Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII), serta sejumlah organisasi lainnya. Haedar menegaskan bahwa demokrasi harus dijalankan secara beradab. “Aspirasi rakyat itu penting, tetapi harus disampaikan dengan tanggung jawab agar tidak meruntuhkan persatuan bangsa,” tegasnya.
Para pimpinan ormas sepakat, kondisi bangsa saat ini menuntut ketenangan baik dari masyarakat sipil maupun aparat negara. Mereka juga berencana melanjutkan pertemuan dengan agenda lanjutan di Istana Negara untuk memperkuat komitmen menjaga persatuan dan masa depan Indonesia.












