Hadis 1
Larangan berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “لاَ تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلاَ يَوْمَيْنِ إِلاَّ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ”
“Janganlah kalian berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan kecuali seseorang yang punyakebiasaan puasa, maka bolehlah ia berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Penjelasannya
Puasa Ramadhan adalah ibadah yang memiliki waktu khusus serta berlangsung selama sebulan penuh, maka syariat melarang kita untuk mendahului puasa Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk membedakan mana yang puasa sunnah dan mana yang puasa wajib, serta untuk memberikan kesempatan kepada kaum muslimin waktu yang cukup sebagai persiapan fisik guna menyambut bulan Ramadhan.
Hukum mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari adalah haram dan jika tetap berpuasa puasanya tidak sah, kecuali beberapa kondisi berikut:
- Orang yang belum selesai mengqodho puasa tahun sebelumnya, maka wajib baginya mengqodho meskipun harus menghabiskan bulan Sya’ban karena haram baginya menunda qodho puasa tahun lalu tanpa uzur syari’i sampai tiba Ramadhan berikutnya
- Orang yang memiliki wirid puasa sunnah sebelumnya, seperti sudah terbiasa puasa sunnah senin dan kamis, atau puasa Daud, atau sudah memulai puasa sejak pertengahan pertama bulan Sya’ban. Misalnya dia sudah berpuasa sejak tanggal 15 Sya’ban maka boleh baginya meneruskan puasa sampai tanggal 16, 17 dst.
- Orang yang bernazar puasa atau harus membayar kaffarat dengan berpuasa. Maka statusnya sama seperti orang yang mengqodho puasa, yaitu wajib baginya segera membayar nazar atau kaffaratnya meskipun sudah melewati pertengahan kedua bulan Sya’ban.
Wallahu a’lam













