nidaulquran.id-Di tengah tuntutan zaman yang makin kompleks, Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Ibnu Abbas Klaten memantapkan diri sebagai model pendidikan Islam masa depan. Melalui pembukaan Penerimaan Santri dan Mahasantri Baru (PSMB) Tahun Ajaran 2026–2027, pesantren ini mempertegas peran sentralnya dalam mencetak kader unggul Qur’ani yang berdaya saing global.
Dengan kuota 722 santri dan mahasantri, Ibnu Abbas membuka lima jalur pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga tinggi, termasuk program unggulan KMI dan Ma’had Aly. Proses seleksi dilakukan secara daring dengan sistem yang transparan dan terintegrasi. “Kami optimis kuota ini dapat terpenuhi dan mendapatkan calon santri dan mahasantri sesuai kualifikasi yang sudah ditentukan dari seluruh Indonesia,” ujar Direktur PPTQ Ibnu Abbas Klaten KH Muhammad Uqbah Azis, Rabu, 6 Agustus 2025.
Lebih dari sekadar pesantren, Ibnu Abbas mengembangkan kurikulum berbasis tiga dimensi: penguasaan Al-Qur’an, kecemerlangan akademik, dan karakter Islami. Sistem ini dirancang agar santri tak hanya pandai dalam ilmu agama, tapi juga tangguh menghadapi tantangan peradaban. “Kami berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual Islam dan akhlak yang kuat dengan berpedoman Al-Qur’an dan As-Sunnah” tambahnya.
Tak hanya memberikan pendidikan, PPTQ Ibnu Abbas juga membuka peluang beasiswa untuk santri berprestasi. Mulai dari jalur tahfiz hingga prestasi akademik tingkat provinsi, semua diberi ruang untuk tumbuh. Program anak asuh pun hadir bagi santri dari keluarga kurang mampu, membuktikan bahwa kualitas pendidikan tak boleh ditentukan oleh kondisi finansial.
Capaian para santri pun mencerminkan keberhasilan sistem ini. Prestasi mereka tak hanya berskala nasional tapi juga internasional. Bahkan, beberapa alumni telah diterima di universitas top dunia seperti Universitas Al-Azhar Mesir dan Columbia University di AS.
Selain jenjang pendidikan umum, unit seperti Kuttab dan Ma’had Aly juga dirancang secara inovatif. Kuttab menanamkan prinsip “Iman sebelum Qur’an, Adab sebelum Ilmu, dan Ilmu sebelum Amal” sementara Ma’had Aly mengusung konsep double degree dan pendidikan bersanad. Bahasa pengantar Arab dan dosen alumni Timur Tengah memperkaya wawasan para mahasantri agar siap berkarya di berbagai forum internasional.
Melalui visi besar mencetak generasi Rabbani dan Ulul Albab, Ibnu Abbas Klaten hadir bukan sekadar sebagai lembaga pendidikan, melainkan sebagai simpul kebangkitan umat. Pendaftaran telah dibuka melalui psb.ibnuabbasklaten.com dan akan berlangsung hingga awal 2026 untuk seluruh jenjang pendidikan.












